_MG_0005Paskibraka Kota Bogor segera melaksanakan tahapan tugas yang diembankan kepadanya. Mereka segera menerima duplikat bendera pusaka yang dibawa oleh Paskibraka 2014 dari Balaikota Bogor yang akan diserahkan kepada Paskibraka 2015 untuk dikibarkan pada upacara puncak HUT RI ke 70 tingkat Kota Bogor. Dilanjut dengan pengibraan duplikat bendera pusaka dan tahapan akhirnya adalah penurunan dan pelipatan duplikat bendera pusaka.

Sejak 3 Agustus 2015 lalu, para pelatih dari Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Bogor mulai didam­pingi oleh Denpom III Siliwangi Bogor serta dari Sat­uan II Pelopor Brimob Bogor. “Pasukan 17 terdiri dari para pelajar terbaik yang dipilih melalui berbagai macam seleksi yang tergabung dalam Capaska. Un­tuk pasukan 8 terdiri dari Capaska yang didampingi oleh anggota Polisi Militer dari Denpom III Siliwangi Bogor. Pasukan 45 seluruhnya terdiri dari Satuan II Pelopor Brimob Bogor,” ungkap Muhammad Sajidin, Ketua PPI Kota Bogor. Ia mengungkapkan, tahun ini Paskibraka 2015 diberi nama pasukan Juanda dan Muslihat.

Capaska juga akan mengikuti kegiatan renungan suci di Taman Makan Pahlawan (TMP) Dreded pada 15 Agustus mendatang. Setelah itu, dilanjutkan den­gan pengukuhan oleh Walikota Bogor sebagai Paski­braka Kota Bogor Tahun 2015 Tingkat Kota Bogor pada 16 Agustus di Ruang Rapat 1 Balaikota Bogor.

Ridwan Adi Nugraha, Sekretaris PPI Kota Bogor mengungkapkan, saat ini Capaska terus melakukan latihan setiap hari dan ditambah dengan pengay­aan materi setiap hari Minggu. Menurut dia, selama pemusatan latihan di Kota Bogor, anggota Paski­bra diberikan berbagai materi mulai dari pengeta­huan tentang baris-berbaris, pengetahuan umum, kepempimpinan hingga pengetahuan khusus untuk pengembangan diri dan motivasi. “Berbagai pen­gayaan, pengembangan diri dan motivasi terus di­lakukan. Termasuk wawasan dan perluasan cara pandang sebegai generasi bangsa kami lengkapi den­gan diklat,” ujar Ridwan. Ia melanjutkan, Capaska berlatih dari mulai lari pagi sampai sore hari, dan lebih fokus kepada kekompakan dan kedisiplinan pasukan.

Lebih lanjut ia mengatakan selama masa latihan, dirinya dan pengurus PPI Kota Bogor sudah mulai mengetahui berbagai karakter anggotanya. “Karena mereka itu khan beragam latar belakang. Ya masih ada sikap manja yang diperlihatkan beberapa ang­gotanya. Namun sikap manja itu berusaha kami kikis dengan digembleng tim pelatih,” kata dia.

Berbagai metode pelatihan juga dilakukan, mulai dari pengolahan fisik melalui olahraga ringan hingga rekreatif seperti berenang. Demikian juga kekom­pakan dan kebersamaan disatukan melalui yel-yel, makan bersama dan semangat berbagi atau sharing. “Tentunya kami berharap mereka bisa menjadi prib­adi yang lebih baik setelah selesai menjalani proses ini. Juanda dan Muslihat juga harus tetap bersama dan siap menjalankan tugas,” tambahnya.

Oleh: RIFKY SETIADI
[email protected]