Untitled-2Paru-paru merupakan or­gan vital dalam tubuh manusia yang bekerja 24 jam dalam sehari tanpa berhenti. Kerusakan yang kecil pada paru-paru bisa jadi akan sangat membahayakan keselamatan Anda. Lingkungan yang berpotensi mengkontaminasi paru-paru dan kebiasaan yang tidak sehat seperti merokok diduga menjadi faktor risiko utama pada terjadinya kank­er paru-paru. Lalu, adakah tanda-tanda awal yang dapat dikenali dari penyakit ini?

Hal pertama yang bisa dikenali adalah batuk yang terjadi dalam tempo waktu lama. Waspadalah jika Anda memiliki gejala batuk yang su­dah berbulan-bulan tapi tidak kun­jung mereda, karena bisa jadi itu merupakan tanda awal adanya jar­ingan kanker pada paru-paru Anda. Meskipun sebenarnya ada hal lain yang dapat menyebabkan seseorang batuk dalam periode lama, dianta­ranya infeksi saluran pernapasan kronis. Jika Anda menderita batuk kering tanpa disertai dengan lendir atau dahak selama lebih dari 1 bu­lan, maka sebaiknya Anda berkon­sultasi dengan dokter dan menjalani pemeriksaan X-ray.

Sesak nafas juga dapat menjadi gejala awal kanker paru-paru. Gejala ini bisa terjadi jika jaringan kanker di paru-paru memblokir jalan napas se­hingga jadi menyempit, atau cairan dari tumor menumpuk di paru-paru. Jika gejala ini terjadi ketika Anda se­dang menaiki tangga, membawa be­lanjaan, atau melakukan tugas lain yang biasanya tidak menimbulkan sesak, maka sebaiknya tidak Anda abaikan. Ketika saluran udara me­nyempit, terblokir, atau meradang, paru-paru juga akan menghasilkan suara mengi semacam suara siulan saat Anda bernapas.

Kanker paru-paru juga dapat menyebabkan nyeri di dada, bahu, atau daerah punggung. Nyeri ini dapat muncul meskipun Anda tidak sedang batuk. Kanker paru-paru menyebabkan nyeri dada, ketida­knyamanan yang dikarenakan oleh adanya pembesaran kelenjar getah bening (metastasis) ke dinding dada, lapisan di sekitar paru-paru (pleura), atau tulang rusuk.Mengi

Baca Juga :  Inilah Tanda Pembekuan Darah di Otak, Simak Ini!

Perubahan suara juga bisa men­jadi tanda gejala awal paru-paru. Jika Anda mendapati perubahan yang signifikan pada suara Anda sep­erti terdengar lebih berat dan serak (raspier), maka Anda patut berhati-hati. Suara serak bisa disebabkan oleh pilek yang sederhana, namun gejala ini bisa jadi membahayakan jika tidak kembali normal setelah 2 minggu. Suara serak yang ber­hubungan dengan kanker paru-paru dapat terjadi ketika jaringan kanker mempengaruhi saraf yang mengon­trol laring, atau kotak suara.

Hal yang paling terlihat juga bisa diukur dari penurunan berat badan hingga lebih dari 5 kilogram yang ti­dak dapat dijelaskan penyebabnya. Hal ini dapat dihubungkan dengan kanker paru-paru atau kanker lain­nya. Ketika sel kanker muncul, sel-sel kanker tersebut menggunakan energi dalam tubuh kita untuk tum­buh dan berkembang.

Kanker paru-paru yang telah menyebar ke tulang juga dapat men­munculkan rasa sakit di punggung atau di daerah lain dari tubuh sep­erti bahu, lengan, atau leher. Nyeri ini biasanya memburuk pada malam hari saat Anda sedang beristirahat. Selain itu, sakit kepala juga bisa jadi merupakan tanda bahaya kanker paru-paru. Memang, pada dasarnya banyak hal yang dapat mendasari terjadinya sakit kepala. Namun, sakit kepala dapat menjadi pertanda awal bahwa kanker paru-paru telah menyebar hingga ke otak (metastase otak). Tak jarang jaringan kanker paru-paru menekan vena kava su­perior, yang merupakan pembuluh darah besar yang mengalirkan darah dari tubuh bagian atas ke jantung. Tekanan ini juga bisa memicu ter­jadinya sakit kepala.

Baca Juga :  Inilah Kebiasaan Buruk Ternyata Bisa Gampang Bikin Kulit Kering

Kebanyakan orang yang men­derita penyakit kanker paru-paru disebabkan karena kebiasaan buruk, yaitu merokok. Anda pastilah tahu jika dalam rokok terdapat zat nikotin yang bisa merusak tubuh Anda jika dikonsumsi secara terus-menerus. Zat itulah yang konon katanya dapat memicu tumbuhnya sel kanker pada paru-paru Anda. Selain merokok, kanker paru-paru ini bisa saja dise­babkan oleh sel-sel kanker yang telah menyebar ke seluruh tubuh hingga menyerang sampai organ pernapasan. Jangan anggap remeh polusi yang disebabkan oleh asap-asap kendaraan di jalanan karena kandungan nitrogen dioksidanya menyumbangkan resiko penyakit ini. Untuk polusi yang dihasilkan batubara, pemanas ruangan, kayu yang dibakar, dan residu bahan ba­kar dari kotoran juga mempenga­ruhi tingkat kesehatan masyarakat dan menyebabkan kematian. Sekitar 8 sampai 14% faktor keturunan atau gen penderita kanker paru juga pe­nyumbang dengan resiko yang be­sarnya sekitar 2,5 kali.

Seperti kanker lainnya, bila se­seorang sudah dinyatakan sebagai penderita kanker paru kualitas hidupnya menjadi menurun. Tentu mereka butuh dukungan, agar men­jadi survivor yang kuat melawan penyakit mematikan itu. Kanker se­benarnya bisa diobati sampai tuntas jika masih stadium awal. Kalau sudah stadium akhir, kondisi pasien yang tidak enak makan, susah tidur, nafas sesak dan kondisinya semakin le­mah, relatif sulit melawan kanker. (*)