10403549_851484728254304_2777935528981645016_n-(1)Tren minuman dingin aneka rasa belum pudar. Aneka inovasi produk yang ditawarkan membuat minuman ini selalu diminati konsumen. Misalnya minuman dingin perpaduan teh dengan susu, kopi atau sari buah. Salah satu merek yang menawarkan minuman jenis ini adalah Dakasi Indonesia. Merek dagang bubble tea ini berasal dari Taiwan.

Oleh : Apriyadi Hidayat
[email protected]

Berdiri sejak tahun 1990, Dakasi su­dah ada di beberapa negara Asia seperti China, Filipina, Hong Kong, dan Malaysia. Di Indonesia, merek Dakasi masuk sejak tahun 2012 di bawah naungan PT Mitra Pasifik Elco.

Dakasi menawarkan minuman olahan teh susu dengan campuran pearl dengan berbagai rasa bu ah, cokelat, dan kopi. Selain itu Dakasi juga menyajikan smoothies, matcha tea, dan teh campuran Yakult. Ada sekitar 50 var ian rasa minuman yang ditawarkan.

Gerai pertama Dakasi beroperasi di Jakarta. Hing ga kini, sudah ada 10 gerai Dakasi yang berdiri dan semuanya milik pusat. Lokasi ger­ainya masih tersebar di beberapa mall Jakarta, seperti Mal Gandaria City, Mal Artha Gad­ing, dan Festival CityLink di Bandung. Agar makin berkembang, manajemen pusat menawarkan kemitraan usaha sejak awal tahun ini. Lantaran ma­sih anyar, belum ada mitra yang bergabung.

Jika berminat, pemilik Dakasi, Nicolas Husny me­nyampaikan, calon mitra harus menyiapkan nilai in­vestasi sekitar Rp 450 juta. Nilai itu sudah termasuk biaya franchise sebesar Rp 180 juta untuk kerjasama selama tiga tahun, biaya desain dan renovasi sebesar Rp 75 juta, perlengkapan usaha, bahan baku awal, dan peralatan dapur sebesar Rp 175 jut a. Selain itu, fasilitas yang didapat juga untuk operasional dan peralatan kasir sebesar Rp 20 juta.

Jika masa kontrak habis, maka mitra hanya mem­bayar biaya franchise sebesar Rp 35 juta per tahun. Selain itu Nicolas juga mewajibkan mitra membayar royalti sebesar 5% dari omzet.

Persaingan ketat

Harga ju al produk berkisar Rp 20.000−Rp 30.000 per gelas. Nicolas menghitung, mitra ditargetkan bi sa menjual 100 gelas−200 gelas per hari, sehingga prediksi omzet sekitar Rp 100 juta per bulan. Den­gan estimasi laba bersih berki sar 40%, prediksi balik modal sekitar setahun.

Syarat luas ruangan yang disiapkan mitra mini­mum 15 meter persegi (m²) dengan empat kar yawan. Nicolas mengklaim, kelebihan Dakasi adalah bahan baku yang berkualitas, misalnya menggunakan sari buah asli dan daun teh asli yang dimasak tiap hari. “Selain itu untuk topping atau taburan, kami ganti setiap tiga jam sekali,” kata Nicolas.

Burang Riyadi, Konsultan Waralaba dari Internation­al Franchise Business Management (IFBM) bilang, bi s­nis ini umumnya bermargin besar. Akibatnya, “Banyak orang tertarik berbisnis serupa sehingga persaingan jadi tinggi,” katanya. Oleh sebab itu, calon mitra harus cerdas mengelola bisnis agar tidak tersingkir. (KTN)