IMG_1197Mantan guru lapangan Persatuan Sepakbola Indonesia Kabupaten Bogor (Persikabo), Iwan Setiawan angkat bicara dan meminta agar PSSI mem­perketat aturan lisensi pelatih.

”Sampai musim ini saja masih banyak pelatih yang lisensinya tidak sesuai dengan aturan. Ada beberapa pelatih yang tidak memiliki lisensi A AFC di kompetisi Indonesia Super League (ISL). PSSI harus benar-benar tegas menegakan aturan itu. Jika tidak, akan memunculkan pengaturan-pengaturan skor berikut­nya,” kata Iwan.

Mantan pelatih Persija Jakarta itu pun membantah bahwa seluruh pelatih di Ta­nah Air bisa diatur oleh mafia bola. Bahkan Iwan tersinggung dengan pernyataan tersebut. Alasannya, pelatih yang rajin beribadah itu mengklaim bahwa dirinya merupakan salah satu juru taktik yang tidak bisa disuap oleh siapa pun.

Baca Juga :  Bima Arya Dukung Pembinaan Bibit Atlet Inline Skate di Kota Bogor

”Dulu mungkin banyak pelatih dan wasit yang mudah dibisiki untuk mau men­gatur skor pertandingan. Tetapi tiga tahun belakangan tidak seperti itu lagi. Yang masih bisa disuap mungkin pelatih-pelatih muda yang mencari nama,” urai juru strategi berlicense A AFC dan FIFA Youth Elite itu.

Baca Juga :  14 Atlet NPCI Kabupaten Bogor Jalani Pemeriksaan Mata

Memang sebelumnya ada statement yang mengatakan bahwa setiap pelatih bisa disuap. Oleh sebab itu, Iwan mengkonfirmasi kalau pernyataan tersebut sama saja menghina profesi pelatih yang tidak semua bisa disuap. Ia pun memberikan gam­baran tanpa menerima uang suap dirinya bisa membawa Pusamania Borneo FC menjadi juara Divisi Utama (DU) pada periode 2014.

Oleh : Adilla Prasetyo Wibowo
[email protected]