20150527PBSI_AOSS_GreysiaNityaJAKARTA, Today – Perhelatan Ke­juaraan Dunia Bulutangkis 2015 tinggal sehari lagi. Para pebulu­tangkis ‘Merah Putih’ siap tem­pur dan memanfaatkan status tuan rumah untuk merbeut ge­lar sebanyak-banyaknya.

Kejuaraan Dunia Bulutang­kis akan dihelat mulai besok (10/8) sampai Minggu (16/8). Sejak awal, PP PBSI menyebut kekuatan kali ini bertumpu ke­pada tiga sektor ganda, ganda putra, ganda putri, dan cam­puran.

Para pebulutangkis menjaw­ab positif tantangan PBSI. Liliya­na Natsir dkk. mengungkapkan harapan itu dalam konferensi pers sesi pertama di Hotel Sul­tan, Jakarta Pusat pada Minggu (9/8/2015), meski tak bisa di­pungkiri suasana tegang meng­gelayut dalam ruangan jumpa pers itu.

“Persiapan kami menjelang Kejuaraan Dunia persiapan kami cukup bagus. Setelah In­donesia Open kami memang­mempersiapkan diri menyam­but turnamen ini. Ada try out ke Taiwan juga. Sampai sekarang kami sudah siap secara mental dan fisik, tinggal menjalankan strategi,” kata Greysia Polii, pe­main ganda putri Indonesia.

Selain Greysia dalam acara itu hadir pasangannya, Nitya Krishinda Maheswari, pemain tunggal putra Tommy Sugiarto, pasangan ganda putra pelat­nas, Hendra Setiawan/Mo­hammad Ahsan, dan ganda campuran, Tontowi Ahmad/ Liliyana.

Semangat untuk merebut kembali titel yang didapatkan di tahun 2013 juga diucapkan Liliyana. Mumpung, mereka tak sedang diganggu cedera seperti tahun lalu hingga harus absen.

“Owi cedera tahun lalu jadi kami tak bisa mempertah­ankan gelar di 2014. Tahun ini kami menjadi tuan rumah dan mudah-mudahan kami bisa merebutnya. Saat di China kami bisa mendapatkannya, masa sih di kandang sendiri tidak bisa dapat apalagi den­gan persia­pan dua bulan,” u c a p Liliya­na.

S e ­banyak 22 at­let pun men­jajal Istora Senayan guna mengakrabkan diri dengan ven­ue.

Sejatinya bukan hal yang baru buat atlet-atlet ini ber­main di Isto­ra Senayan. A k a n tetapi, kesempatan tersebut tetap digunakan dengan baik karena setiap kejuaraan memiliki atmosfer yang berbeda-beda. Itu juga yang di­lakukan Greysia Polii.

“Kami sudah sering latihan dan bertand­ing di Istora, namun kesempatan ini harus kami manfaatkan dengan baik,” ujar Greysia.

Berstatus unggulan ketujuh, Greysia/Nitya mendapat bye sehingga tidak harus bertand­ing di babak pertama. Pasangan peraih medali emas Asian Games Incheon 2014 ini dipercaya akan berjumpa dengan wakil Jepang, Shizuka Matsuo/Mami Naito.

“Kami sudah tahu bagaimana kekuatan lawan-lawan kami, termasuk pasangan Je­pang yang terkenal dengan staminanya yang kuat. Kami sudah mengantisipasi hal ini. Na­mun kami tak ingin berpikir jauh-jauh, kami ingin fokus satu demi satu pertandingan dan menekan ekspektasi jangan terlalu berlebi­han,” imbuh Greysia.

Dirinya dan Nitya sudah lebih siap secara mental, begitu pula secara strategi. Semakin dekat ke kejuaraan semakin konsentrasi. Be­berapa bulan lalu mencetak prestasi yang cukup baik dengan melaju ke final Indonesia Open 2015 dan ini melekat di ingatannya.

“Tentunya saya dan Nitya ingin kembali berprestasi di Kejuaraan Dunia, semua atlet pasti punya mimpi ingin jadi juara dunia,” pungkasnya.

(Imam/net)