171826_bimararyasuratBOGOR, TODAY — Pemerintah Kota Bogor tetap mengusulkan Terminal Tanah Baru sebagai salah satu stasiun light rail transit (LRT). Pemerintah pusat merencanakan stasiun LRT untuk wilayah Bogor dibangun di Terminal Baranangsiang.

Usuran perubahan rencana lokasi sta­siun LRT ini disampaikan langsung oleh Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto kepada Presiden RI, Joko Widodo ( Jokowi), di Ista­na Bogor, Selasa (11/8/2015).

Bima Arya mengatakan, Terminal Ba­ranangsiang sudah cukup padat. Karena itu, Bima mengusulkan agar jalur LRT diali­hkan ke Terminal Tanah Baru, untuk men­gurangi beban Terminal Baranangsiang. “LRT ini kan rencananya berujung di Terminal Baranangsiang, saya sam­paikan kepada Presiden ada opsi lain, yaitu Terminal Tanah Baru, supaya ti­dak menumpuk di tengah kota semua,” katanya.

Bima Arya menuturkan, Presiden Jokowi mengatakan pemilihan Termi­nal Baranangsiang sengaja dilakukan, karena pembangunan LRT untuk mem­fasilitasi masyarakat Bogor yang beker­ja di Jakarta.

Pemerintah Kota Bogor akan melakukan kajian apakah nantinya akan menempatkan stasiun LRT di Terminal Baranangsiang atau Terminal Tanah Baru “Jadi sedang dikaji. Pres­iden Jokowi menyampaikan konsepnya itu sebenarnya ke Terminal Baranang­siang,” ujarnya.

Baca Juga :  Isbat Nikahkan 31 Pasangan Nikah Siri Di Tenjo Bogor

Seperti diketahui, peletakan batu pertama atau ground breaking proyek tersebut rencananya dilakukan pada 17 Agustus 2015. Kereta api ringan itu akan melintas pada jalur Bogor-Dukuh Atas melalui Cawang, dan Bekasi-Dukuh Atas melalui Cawang.

Untuk menekan biaya investasi dalam proyek tersebut, pembangunan LRT dilakukan di lahan tol. Dengan begi­tu, perusahaan juga tidak perlu memikir­kan pembebasan lahan yang selama ini kerap menghambat proyek pemerintah.

Untuk membahas progres itu, Jokowi memanggil Bima Arya ke Istana Bogor. Dalam pertemuan itu, Jokowi juga membahas soal penataan Kota Bogor, termasuk relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini masih berdagang di Komplek Istana. “Beliau sangat concern bagaimana PKL-PKL di kota ini bisa ditata dengan baik, bisa dimasukkan ke dalam pasar,” ujar Bima usai pertemuan dengan Jokowi.

Bima menjelaskan, lantaran Pres­iden kini tinggal di Bogor, maka Jokowi sering blusukan ke wilayah di sekitar Istana. Menurut Bima, banyak pemiki­ran Jokowi yang diharapkan bisa dilak­sanakan pemerintah kota untuk mena­ta Bogor lebih baik.

Baca Juga :  Resep Membuat Telur Puyuh Balado

Terkait dengan PKL itu, sebut Bima, pemerintah kota kesulitan mencari tempat baru bagi mereka yang dekat dengan lokasi dagang semula. Namun, Presiden meminta agar relokasi tidak terlalu jauh.

Maka dari itu, Jokowi menyatakan akan membantu untuk mencarikan loka­si termasuk bekerja sama dengan pihak swasta seperti mal BTM untuk bisa me­nyediakan lahan bagi para pedagang itu.

Selain urusan PKL, Jokowi juga me­nyampaikan perlunya penataan lalu lin­tas di sekitar Istana agar tidak menim­bulkan kemacetan. Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah kemacetan di sekitar Jalan RE Martadinata yang dil­intasi jalur kereta.

“Rencananya, untuk perlintasan se­bidang yang dilalui kereta akan diban­gun jembatan di tiga titik. Biayanya se­tiap jemabatan mencapai Rp 50 miliar nanti juga disebutkan Presiden akan dibantu oleh pemerintah pusat,” im­buh Bima.

(Yuska Apitya Aji)