22tawuranBOGORTODAY – Warga Kelurahan Cikaret, Kota Bogor, yakni Kampung Emad dan Ko­sasih, terlibat tawuran. Mereka saling serang dua malam berturut-turut. Akibat bentrok ini, seorang warga diketahui mengalami luka tu­suk. Beberapa diantaranya juga mengalami luka-luka.

Data yang dihimpun, kejadian bermu­la pada Sabtu(9/8/2015) malam. Pulu­han anggota geng motor yang mem­bawa senjata tajam melewati jalan protokol di kawasan Cikaret. Tak berkenan dengan aksi jalang ko­munitas motor ini, warga dari RW05 Cikaret langsung mengusirnya.

Nahas, Adul bin Husen (15), warga RW07 Kelurahan Ci­karet yang saat itu hendak pulang berpapasan den­gan reng-rengan geng motor yang diusir tadi. Geng motor yang nekat lantas menyabetkan senjata tajam ke bagian pinggang Adul hingga jatuh tersungkur.

Kejadian inipun me­micu kemarahan war­ga RW07 Kelurahan Cikaret. Tak lama ber­selang, warga dari RW07 langsung ngontrog kampung RW05. Warga menduga, Adul dibacok oleh warga RW05 Cikaret. Bentrokpun tak ter­hindarkan, dua warga mengal­ami luka sabet senjata tajam.

Baca Juga :  Nongkrong Bawa Celurit, 2 Pemuda di Bandung Ditangkap Polisi

Tak berhenti di situ, ben­trokpun bersambung malam berikutnya. Kali ini, RW 07 mendapat bantuan massa dari warga Kota Batu yang merasa pernah jadi korban tawuran warga RW05. Keadaanpun me­manas.

Akibat serangan ini, Adi bin Miad (16), warga RW05 Kelura­han Cikaret mengalami luka tusuk di bagian tangan.

Atas kejadian ini, Lu­rah Cikaret, Erwan Siswanto menjelaskan bahwa proses me­diasi antar kedua belah pihak sudah dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. “Tentu kita tidak ingin tawuran kembali terjadi. Jadi, tadi kita sudah kumpulkan perwakilan dari kedua belah pihak yang didampingi oleh pihak kepoli­sian,” kata dia.

Erwan juga meminta ked­ua belah pihak untuk meng­hentikan tawuran. Terlebih, pasca penandatanganan ke­sepakatan damai, pihaknya bersama kepolisian akan ber­tindak tegas menindak para pelaku maupun provokator aksi tawuran. “Jika nanti ter­jadi peristiwa seperti kemarin, kami akan tangkap pelaku dan juga provokator untuk dipros­es secara hukum,” tegasnya.

Baca Juga :  Polisi Dilempari Batu dan Petasan saat Penggerebekan Narkoba di Kampung Bahari

Dugaan sementara ada motif balas dendam dalam ke­jadian tersebut. Puluhan warga membawa celurit, namun sebe­lumnya juga terjadi penusukan oleh Warga Gang Emad ter­hadap seorang anak kecil asal Warga Gang Kosasih Kelurahan Cikaret, Kota Bogor pada Sabtu (08/08/15) malam lalu.

Pihak keluarga korban dan warga minta pertanggungjaw­aban. Akan tetapi, dari pihak pelaku tidak mau bertang­gungjawab sehingga aksi balas dendam dilakukan.

Pasca penandatanganan kesepakatan damai ini, Se­lasa(11/8/2015), ratusan warga Gang Emad RW07 Kelurahan Ci­karet, terlihat berjaga-jaga hing­ga tengah malam. Suasana di kampung terebut terasa tegang.

Salah seorang warga Gang Emad, Yudi (38), mengaku hanya berjaga-jaga takut ada serangan balik. “Kami di sini hanya berjaga-jaga takut mer­eka (RW07 Red) bakalan ny­erang balik ke sini soalnya kami dengar infonya seperti itu,” ujarnya.

Kapolsek Bogor Selatan, Kompol Arief Gunawan, mengatakan pihaknya akan melakukan patroli gabungan untuk meredam emosi warga yang sedang meluap.

(Yuska dan Tim)