KAKIANKabupaten Bogor kali ini boleh pamer. Wilayah dengan penduduk sekitar 5,3 juta ini dinobatkan sebagai Kabupaten Layak Anak yang diberikan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) dalam puncak peringatan Hari Anak Nasional di Istana Bogor, Selasa (11/8/2015).

Oleh : (Rishad Noviansyah)

PENGHARGAAN diserahkan langsung oleh RI 1 kepada Bupati Bogor Nurhayanti yang dianggap mampu membawa Bumi Tegar Beriman memen­uhi 32 hak anak serta memperoleh predikat Kabupaten Layak Anak tingkat pratama dari sebelumnya tingkat madya.

Meski telah menerima salah satu penghargaan bergengsi, Nurhayanti berjanji tidak akan besar kepala dan akan terus membuat Kabupaten Bogor se­makin layak untuk anak-anak dengan membangun sarana prasarana yang mampu menun­jang pemenuhan hak-hak anak.

“Pemkab Bogor akan terus membangun sarana dan prasa­ran yang bisa memeuhi hak-hak anak, seperti membentuk Gugus KLA, taman kreatifi­tas anak, sekolah ramah anak, Puskesmas ramah anak serta kami akan terus meningkatkan SDM tentang hak-hak anak,” tu­tur nenek dua cucu ini.

Tidak hanya itu. Mantan Sekda Kabupaten Bogor ini juga terus mendorong adanya rumah sakit sayang ibu dan anak, pojok baca di setiap desa, pojok laktasi di tempat umum, satgas dan gugus PPA serta tata pelaksanaan terhadap perlind­ungan anak dan perempuan juga forum anak.

Baca Juga :  Gagap Menangani Gen Z, Performa Perusahaan Terancam. Kenali Karakternya Sekarang

Dijadikannya, Kabupaten Bogor sebagai pilot project dalam implementasi UU Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak juga tidak dipungkiri sebagai penentu ter­pilihnya Kabupaten Bogor men­jadi layak anak tingkat madya.

“Kami juga sudah mem­buat produk hukum seperti Peraturan Daerah (Perda) No­mor 5 Tahun 2015 Tentang Perlindungan Perempuan dan Anak dalam upaya mengimple­mentasikan hak-hak anak dan memberikan perlindungan dari kekerasan terhadap anak dan perempuan,’’ kata Yanti.

Dengan bangga, Nurhayanti juga menyebutkan torehan an­gka partisipasi pendidikan yang mencapai 92 persen, kemudian pemberian ASI eksklusif yang mencapai 99 persen serta Imu­nisasi dengan persentase men­capai 99 persen. “Kami juga akan mendorong Kecamatan Ramah Anak sehingga Perda Nomor 5 itu bisa diimplementa­sikan dari tingkat paling bawah. Yakni desa,” lanjut Nurhayanti dengan semangat.

Khusus untuk implementasi UU Nomor 11 Tahun 2012, selu­ruh unsur Muspida dilibatkan seperti seperti Pengadilan Neg­eri, Kepolisian, Kejaksaan Neg­eri yang semuanya merupakan tim untuk memberikan perlind­ungan terhadap anak dan hak tentang anak.

Baca Juga :  Banjir 2 Meter dan Angin Ribut Landa Kabupaten Pati, Ratusan Rumah Terendam

“Pokja yang kami bentuk terdiri dari aparat penegak ke­adilan untuk memberikan per­lindungan dan hak kepada anak. Selain itu, pokja penanganan anak yang berhadapan dengan hukum, poliklinik bagi anak dan perempuan korban kekerasan juga sudah tersedia di Kabupat­en Bogor,” tandasnya.

Penghargaan Kabupaten Layak Anak ini sendiri didedikasi­kan kepada seluruh elemen yang ada di Bumi Tegar Beriman yang telah ikut membantu dan beker­jasama dalam raihan gelar Kabu­paten Layak Tingkat Madya.

Sementara itu, Presiden Jokowi mengatakan, dalam membangun kultur pada anak merupakan tugas seluruh ele­men masyarakat mulai dari lingkungan keluarga serta wilayah dimana anak itu tum­buh dan berkembang.

“Ini bukan cuma tugas pemerintah dan sekolah. Tapi juga harus dibebankan kepada keluarga dan lingkungan ma­syarakat. Bila itu bisa terwu­jud, maka anak yang memiliki karakter, kepribadian dan jati diri khas orang Indonesia tidak akan sulit,” pungkasnya.