Untitled-7Tahun 2015 ini, konsumen lebih memilih membeli mobil dengan sistem kredit dibandingkan pembelian tunai. Sistem kredit mendominasi pembelian mobil hingga 85 persen

Oleh : Adilla Prasetyo Wibowo
[email protected]

Ada petunjuk menarik tentang kondisi pen­jualan mobil selama tujuh bulan 2015. Menurunnya daya beli yang disebabkan banyak fak­tor mendorong lebih banyak kon­sumen membeli mobil dengan cara angsuran alias kredit.

Temuan itu diungkapkan oleh Ketua Umum Gaikindo (Ga­bungan Industri Kendaraan Ber­motor), Sudirman Maman Rusdi akhir pekan lalu. Ia mengatakan belum bisa mengungkap jumlah total penjualan mobil selama Januari – Juli sebab data masih di­kumpulkan, namun disebutkan porsi pembelian mobil secara kredit meningkat menjadi 83 persen – 85 persen dari tahun lalu sekitar 75 persen.

“Itu tandanya apa, sebenarn­ya butuh mobil tapi kembali lagi ke daya beli, dan itu juga tenornya diperpanjang. Kalau sebelumnya mereka minta waktu kreditnya tiga tahun sekarang jadi empat tahun,” kata Sudirman.

Peningkatan pembelian ci­cilan punya dampak dua sisi, salah satunya Gaikindo ingin in­dustri pembiayaan bergulir dan membantu industri keseluruhan. “Saling membutuhkan dalam satu sisi dan yang lain,” kata Sudirman.

Pada April lalu Gaikindo merevisi target penjualan mobil nasional menjadi 1,050 juta unit setelah melihat hasil lesu pada sebagian semester pertama 2015. Angka itu menurun dari tahun lalu target yang ditetapkan untuk 2015 pada akhir tahun lalu, yaitu 1,1 juta unit. (*)