usmar-(crop)SERANGAN angket yang dilancarkan DPRD Kota Bogor terhadap Wakil Walikota Bogor, Usmar Hariman, ditengarai salah sasaran. Bola liar digelindingkan Usmar. Menurut Politikus Demokrat itu, soal pertanggungjawaban perkara intervensi lelang yang diperkarakan legislator adalah sepenuhnya menjadi ranah Walikota Bogor.

RIZKY DEWANTARA
[email protected]

Usmar mengatakan, saat ini harusnya ket­ua panitia angket saja yang berkomentar terkait masalah ini. Ia juga menjelaskan, semua tergan­tung intruksi Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto, karena menurut aturan semua yang akan dihadir­kan dalam pemanggilan pasti ditu­jukan kepada walikota.

“Semua tergantung dari wa­likota. Temen-temen DPRD keje­bak oleh aturannya sendiri, tidak ada hak angket ditujukan kepada Wakil Walikota,” kata dia. “Makan­ya saya diam selama ini, kita ikuti saja karena produk hukum ada di­mereka. Saya ikutin aja apa yang diinginkan dari panitia angket. Saya juga sudah menyiapkan data-data kepada seluruh fraksi supaya persepsinya sama,” tambahnya.

Baca Juga :  Dukung Program Rumah Layak Huni, Kappas & Kafe Cabin Bogor Gelar Konser Amal Krisdayanti

Soal pengguliran angket ini, Ketua DPRD Kota Bogor, Untung Maryono mengharap, panitia ang­ket melakukan kerja sesuai mekan­isme. Dirinya menegaskan, panitia akan konsultasi dengan pihak pu­sat. “Tugas saya hanya menerima laporan dan memantau perkem­bangan untuk angket ini. Dalam proses perjalanan ini sikap saya sih biasa-biasa saja, ngga tau ya kalau Pak Usmar nya. Kalau ada perkem­bangan panitia angket harus mel­aporkan pada saya,” tandasnya.

Baca Juga :  PWI Peduli Kota Bogor Galang Donasi Untuk Korban Gempa Cianjur

Untung kembali menjelaskan, setiap ada perkembangan dalam penyelidikan yang dilakukan pani­tia angket wajib melaporkan ke ketua DPRD Kota Bogor. “Apapun hasilnya harus lapor ke saya, agar hasil laporan ini dapat saya infor­masikan kepada masyarakat Bo­gor,” tuntasnya.

Susunan panitia hak angket yang dimaksud adalah Ketua pani­tia angket Zainul Mutaqin (PPP), Wakil Ketua Mahpudi Ismail (Ger­indra). Sementara anggotanya Andy Surya Wijaya (PPP), Rusmiati Ningsih (PDIP), Budi (PDIP), Na­jamudin (PKS), Aditya (PKS), Eka Wardana (Golkar), Murtadlo (Gol­kar), Romdoni (PAN), H Kosasih (PAN), H. Zenal Abidin (Gerindra), Mardinus Haji Tulis (Hanura). Dodi Setiawan (Demokrat), Eni Indari (Demokrat). (*)