Untitled-5Hampir setiap orang yang hidup berumah tangga, akan merindukan kehadiran seorang buah hati dalam kehidupannya. Mereka yang belum dikaruniai keturunan, akan melakukan berbagai ikhtiar untuk mendapatkannya.

Oleh : RIFKY SETIADI
Email: [email protected]

Tidak menerapkan gaya hidup sehat tidak hanya berisiko mengalami pe­nyakit memati­kan yang berkaitan dengan kanker atau kardio­vaskular. Khusus bagi wanita, ke­biasaan buruk itu juga dapat mengganggu ke­suburan di usia produktif. Pene­litian tentang pe­nyakit gaya hidup yang dilakukan oleh ahli kesuburan Kshitiz Murdia of the Indira Infertility Clinic and Test Tube Baby Centre. “Ada bukti kuat bahwa faktor-faktor seperti usia, berat badan dan mero­kok memiliki dampak buruk pada kesehatan umum dan kemampuan reproduksi seorang wanita,” kata studi tersebut.

Gejala yang umum terjadi bi­asanya tidak lancar haid setiap bu­lan, atau bahkan mengalami perda­rahan berlebihan disertai dengan rasa sakit. Tanda-tanda penyakit ini juga melibatkan kram perut dan pembekuan darah. “Hal yang paling penting untuk menghindari semua ini wanita harus menjauhi semua faktor risiko yang berbahaya bagi kondisi tubuhnya,” simpul peneliti. Sebagian besar orang hanya menge­tahui tanda kemandulan adalah ti­dak mempunyai anak. Padahal ada beberapa kasus pasangan menjadi mandul setelah memiliki anak per­tama atau kedua.

Baca Juga :  Gejala dan Cara Mengatasi Insomnia yang Perlu Diketahui

Mandul biasa juga disebut in­fertilitas atau tidak subur adalah ketidakmampuan seorang wanita untuk hamil meskipun hubungan seksual rutin dilakukan selama 1 tahun berturut-turut tanpa alat kon­trasepsi. Mandul bisa dialami oleh pria ataupun wanita, atau mungkin juga kedua-duanya sekaligus. Untuk mengetahuinya diperlukan pemer­iksaan menyeluruh oleh seorang dokter berdasarkan analisa labora­torium.

Studi memperlihatkan bahwa potensi kemandulan terjadi sama besarnya pada pria dan wanita. Berikut ini statitstiknya:

* 30%-40% pasangan kemandu­lan terjadi pada kedua pasangan sekaligus.

* 20% kemandulan hanya diala­mi oleh pihak pria.

* 30%-40% dialami oleh pihak wanita.

* 10% sisanya tidak jelas atau ti­dak diketahui penyebabnya

Ada beberapa faktor yang me­nyebabkan terjadinya kemandulan yaitu kondisi medis di masa lalu atau masa kini, faktor gaya hidup yang tidak sehat, dan bisa juga karena faktor keturunan. Gejala dan tanda-tanda kemandulan ini bisa diketahui secara fisik, tapi untuk mendiag­nosa secara pasti, harus dilakukan pengujian medis oleh dokter.

Wanita usia subur biasanya me­miliki tanda-tanda saat mengalami ovulasi setiap bulannya. Ovulasi terjadi ketika telur dilepaskan dari indung telur menuju tuba fallopi untuk dibua­hi sel sper­ma. Pada saat ovulasi terjadi pen­ingkatan len­dir serviks, peningkatan suhu tubuh dan rasa

Baca Juga :  Jenis Makanan yang Harus Dihindari saat Batuk, Simak Ini!

nyeri atau sakit di perut. Wanita yang subur bisa dilihat dari tanda-tanda ketika dia mengalami ovulasi setiap bu­lan, tapi perlu diketahui kurangnya tanda-tanda ovulasi tidak selalu menunjukkan bahwa wanita terse­but mandul.

Jika anda seorang wanita den­gan siklus menstruasi yang tidak teratur, maka kemungkinan hor­mon yang diproduksi tubuh anda kurang. Bisa jadi ada ketidakseim­bangan hormon estrogen dan pro­gesteron. Jika ketidakteraturan siklus menstruasi anda hanya ses­ekali mungkin bukan sesuatu yang serius, tapi jika terus menerus tidak teratur maka itu adalah gejala dan pertanda anda mungkin mengala­mi kemandulan.

Terlalu gemuk atau terlalu ku­rus menyebabkan kemandulan. Merokok dan minum alkohol juga memberi kontribusi membuat anda tidak subur. Pada pria, stres dan rasa cemas berlebihan menyebab­kan kualitas sperma sangat buruk dan menyebabkan kemandulan. Merokok pada pria dan wanita juga berkontribusi langsung terhadap terjadinya kemandulan. (*)