Untitled-4BOGOR, TODAY – Setidaknya 1.014 makam yang berada di Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor digusur un­tuk memuluskan pengerjaan megaproyek Jalan Tol Bogor, Ciawi, Sukabumi (Bocimi).

“Di desa kami, sedikitnya ada 1.041 kuburan yang tersebar di tiga titik yang harus segera direlokasi karena lahannya masuk plot­ting proyek Bocimi,” ujar ketua panitia pemindahan kuburan Desa Cimande Hilir, Tatang Gojali.

Meski begitu, kata Tatang, hingga saat ini, belum ada kompen­sasi ganti rugi hingga membuat para ahli waris resah. “Ini yang membuat para ahli waris resah. Proyek ini sudah dimulai, sedang­kan pembayarannya belum juga dilakukan,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Sungai Cileungsi dalam Krisis, AJPLI dan KLHK Ambil Tindakan untuk Membalikkan Keadaan

Tatang melanjutkan, ketiga lokasi kuburan itu dua diantaranya milik umum dan satu keluarga sudah diukur oleh tim Panitia Pem­bebasan Tanah (P2T) dan Tim Pembebasan Tanah (TPT) Kemente­rian Pekerjaan Umum, bahkan masalah harga juga telah disepakati.

“Kami tidak ingin proses pembayaran ganti untung kuburan berikut relokasinya terhambat akibat masalah ini. Megaproyek ini untuk memecahkan masalah kemacetan lalu lintas di Jalan HE Sukma juga bisa ikut terhambat,” ujarnya.

BACA JUGA :  Suryanto Putra Minta Pendidikan Anak Usia Dini di Kabupaten Bogor Berkualitas

Sementara itu, perwakilan MNC Tol Bocimi, Sigit mengungkap­kan telah mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor untuk secepat­nya menyelesaikan persoalan dana kompensasi itu.

“Kita menargetkan pembangunan jalan tol sesi I sepanjang 15 ki­lometer yang dimulai dari Kelurahan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor hingga ke Kecamatan Cigombong, dapat diper­cepat, makanya kita mendesak masalah pembayaran lahan kuburan berikut relokasinya dipercepat,” pungkasnya.

(Rishad Noviansyah)

======================================
======================================
======================================