redb-ricc-melb-2014-pAkan tetapi, dia mengaku masih memiliki banyak pe­kerjaan rumah terutama kurang kompetitifnya mo­bil saat trek lurus.

Red Bull dalam motivasi menjulang tinggi lantaran dua pembalapnya yakni Ricciardo dan Daniil Kvyat mengklaim podium di seri terkini, GP Hungaria.

Terlebih bagi pembalap berkebang­saan Australia, yang memiliki kenan­gan manis yakni menjadi juara musim lalu di Sirkuit Spa-Francorchamps.

Ricciardo pun yakin bisa memu­lai paruh kedua sama baiknya, sep­erti mengakhiri paruh pertama. Apa­lagi seri selanjutnya akan digelar di Spa-Francorchamps, trek yang sangat cocok dengan paket mesin RB11 karena memiliki tikungan “mengambang”.

“Spa menyulitkan kami di trek lu­rus, tapi di tikungan terutama sektor kedua kami sepertinya akan bagus. Saya banyak bekerja pada tikungan back to back yang memiliki ritme. Jadi, trek ini adalah salah satu kekuatan kami,” jelas Ricciardo, seperti dilansir Crash, Selasa (18/8/2015).

Meski yakin bakal kompetitif, Ric­ciardo tidak mematok target yang mu­luk-muluk seperti menjadi juara satu. GP Belgia akan dihelat 23 Agustus 2015.

“Mobil ini cukup culit dikendarai. Kami bisa sangat kekurangan down­force, sama seperti spesifikasi Monza. Coba menjaga ritme saat mobil berja­lan tidaklah mudah. Tapi, saya pikir ini adalah paket terbaik yang kami miliki untuk akhir pekan,” tutup Ricciardo.

Dirinya merasa yakin kalau sirkuit Spa-Francorchamps bersahabat buat Red Bull. Pembalap asal Austrlia itu juga menganggap Grand Prix Belgia tempat timnya meraih poin sempurna.

Terlebih pada balapan terakhir di Hungaria, duo Red Bull ini sama-sama meraih podium. Tentu ini akan menjadi motivasi buat keduanya meraih poin sempurna di GP Belgia.

Sayang ada satu catatan buruk menghadapi trek seperti Spa-Francor­champs. Ternyata Red Bull lemah pada trek lurus.

“Spa kami akan lebih menderita saat trek lurus, tapi di beberapa tikun­gan- terutama tikungan kedua – kami bisa tampil cukup bagus,” ucap Ric­ciardo kepada Crash, Selasa (18/8/2015).

“Saya pikir jika melihat kembali ke belakang kami memiliki ritme dan aliran yang bagus, sehingga trek ini adalah salah satu kekuatan kami,” te­gasnya.

Meskipun enggan berharap untuk mengulangi kemenangan tahun lalu, Ricciardo tetap menganggap kondisi mobil saat ini jauh dari kata ideal.

“Cukup sulit untuk mengemudi sep­erti ini. Kami berlari downforce yang sangat rendah. Hal itu membuat sulit. Mencoba untuk menjaga ritme ketika mobil bergerak tidak selalu mudah tapi saya pikir itu adalah paket terbaik yang kami punya untuk akhir pekan nanti,” jelasnya.

Oleh : IMAM BACHTIAR
[email protected]  (*)