Untitled-4BOGOR TODAY – Pesatnya kemajuan teknologi yang sangat mendominasi per­adaban budaya bangsa membuat banyak kebudayaan daerah punah. Berbagai jenis permainan di kampung yang selama ini memasyarakat, kini mulai punah. Bahkan anak-anak di pelosok banyak yang tidak mengenal lagi mainan-mainan warisan leluhurnya.

Untuk mengembalikan permainan-permaian tersebut agar dapat dikenal anak-anak, Dinas Kebudayaan dan Pari­wisata Kota Bogor menggelar lomba per­mainan anak tradisional “Festival Kaluli­nan Urang Lembur” sekaligus merayakan HUT RI ke-70.

Kegiatan yang digelar di Lapangan Sempur itu antara lain sorodot gaplok, gangsing, rorodaan, sumpit, kelom batok, gatrik, jajangkungan, enggrang, dan se­jumlah permainan anak lainnya.

Baca Juga :  Prasasti yang Hampir Dilupakan, Pemkot Akan Menata Ulang Kawasan Situs Batu Tulis

Kepala Disbudpar Kota Bogor, Sahlan Rasyidi, mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk mengingatkan kembali tentang kaulinan lembur kepada para penerus bangsa khususnya para pelajar di Kota Bo­gor. “Kegiatan ini kan masih bagian dari budaya bangsa yang semestinya diperta­hankan. Apalagi melihat anak-anak seka­rang, mereka cenderung lebih mengenal play station dibanding permainan gatrik atau sorodot gaplok yang merupkan war­isan leluhurnya,” ujarnya.

Sahlan mengaku, merasa bangga den­gan acara ini, sebab peserta festival tahun ini jumlahnya meningkat dua kali lipat dibanding tahun lalu. “Tahun lalu cuma 11 sekolah, sekarang 23 sekolahan. Artinya, kegiatan ini mulai diminati para pelajar,” kata dia.

Baca Juga :  Peduli Korban Cianjur, DPRD Kota Bogor Salurkan Bantuan Melalui PWI dan Gerakan Anak Negeri

Terpisah, salah satu anggota Wika Cakra Wardana 6, Dea Putri Riswana (14), menjelaskan, bahwa pihaknya sudah mempersiapkan lomba ini dua bulan sebe­lumnya. Ia juga menegaskan, bahwa Wika Cakra Wardana 6, selalu menyabet juara disetiap perlombaan yang digelar ditiap tahunya ini. “Harapan saya, perlombaan ini terus diadakan, jangan hanya setahun sekali saja,” kata dia.

(Rizky Dewantara)