BOGOR, TODAY – Dua tahun berlalu, per­soalan tower provider seluler di Kampung Cipayung, RT 03/ 04, Kelurahan Tengah, Ke­camatan Cibinong, Kabupaten Bogor, belum juga rampung.

Berkali-kali masyarakat menolak pemban­gunan tower dan PT Gihon (pemilik tower, red) dipertemukan namun hasilnya nihil.

“Hari ini, (Kamis, red) masyarakat kembali melakukan mediasi dengan pihak PT Gihon di Kantor Kelurahan Tengah dengan dihadiri pi­hak kecamatan, Satpol PP, Dinas Tata Bangu­nan dan Pemukiman (DTBP) dan Diskominfo, namun kami tetap menolak keberadan tower itu,” ujar seorang warga, Nuraini.

Baca Juga :  Lorin Sentul Hotel Re-contracting Dengan PT Hotel Sarana Sirkuitindo Hingga 2026

Semenjak dibangunnya tiang provider pada Februari 2013 lalu, keresahan bagi warga terus timbul lantaran tiang setinggi kurang lebih 30 meter dengan rumah warga berdempetan.

“Yang lebih parah, kabel ground tower menempel dengan rumah saya,” tutur wanita yang akrab disapa mamah Pingkan itu.

Ia melanjutkan, pada 2014 lalu, Satpol PP melakukan penyegelan terhadap tiang tower lantaran dinyatakan belum memiliki izin dari warga. Itupun setelah warga beberapa kali me­layangkan surat keberatan dan menolak pem­bangunan tower.

“Kurang lebih satu tahun tower disegel namun tidak ada progres lagi dari Satpol PP. Malah, sekarang segel itu dirusak dan dicopot oleh PT Gihon,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Bantu Korban Gempa Cianjur yang Mengungsi di Kecamatan Leuwisadeng

Terpisah, saat dikonfirmasi soal segel Sat­pol PP yang dirusak PT. Gihon, Penegak Perda itu, berjanji mengganti segel yang rusak.

“Iya, nanti kami segel lagi. Dan yang merusak segel bisa dikenakan pasal pengru­sakan dan bisa dipidanakan,” tegas Kepala Bidang Pembinaan dan Pemeriksaan (Bi­nariksa) Satpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridhalah, lewat pesan singkat kepada Bogor Today.

(Rishad Noviansyah)