Untitled-3Rasa risih dengan kulit kepala berminyak dan rambut lepek sangat umum dirasakan oleh tiap wanita, khususnya yang memiliki rambut panjang. Beberapa wanita bahkan merasa lelah ketika harus keramas tiap hari akibat rambut yang cepat le­pek ini.

Perawatan ke salon juga nam­paknya tak cukup untuk membuat rambut jadi sempurna. Apalagi saat Anda habis berolahraga dan mengeluarkan banyak keringat dan minyak di rambut. Rambut pasti tak oke lagi. Kini ada solusi untuk mengatasi rambut bermin­yak, mudah rontok dan sering berkeringat. Hanya saja, ini bu­kanlah sekadar “obat” yang bisa dipakai dalam satu botol dan seka­li pakai.

Untuk mengakali kulit kepala yang berminyak, tidak sehat, ron­tok hingga rambut yang lepek, banyak yang beralih pada cara penanganan yang terbilang gan­jil dan terdengar ekstrim, injeksi botoks. Menginjeksi botoks pada kulit kepala adalah salah satu alternatif untuk menghentikan produksi kelenjar keringat, se­hingga rambut pun tak lagi lepek, dan tak perlu repot keramas serta mengeringkan rambut setiap hari.

Alternatif suntik botoks pada kulit kepala tersebut diklaim oleh ahli Dermatologi Dendy Engleman dari Manhattan Dermatology and Cosmetic Surgery yang ternyata banyak dilakukan oleh para wani­ta. “Botoks sendiri memang me­miliki efek untuk menghentikan produksi kelenjar keringat yang disebabkan produk perawatan rambut. Sebenarnya tidak berba­haya menginjeksikan botoks pada kulit kepala. Ini hanyalah fenome­na baru yang kami lihat dan sema­kin meningkat di kota-kota besar,” tukas Engleman.

Dalam perkembangannya kini botoks tak cuma digu­nakan untuk ‘memperbaiki’ tekstur kulit agar tetap awet muda dan mengu­rangi kelebihan minyak. Seperti botoks yang digunakan di bawah ketiak, tangan dan kaki untuk menghilangkan kelebihan keringat, Botoks kulit kepala bisa menghilangkan kelebihan minyak yang diproduksi ku­lit kepala. Selain itu, botoks kulit kepala juga akan memi­nimalisir keringat, membuat rambut lebih rapi dan juga mudah diatur.

E n g e l ­man men­g a t a k a n bahwa pada dasarnya botoks di­gunakan untuk me­minimalisir hiperhidrosis (kelebihan produksi keringat). Botoks yang disuntikkan ke kulit kepala akan mencegah pengiri­man sinyal dari otak ke kelenjar keringat untuk memproduksi keringat. Hasilnya, keringat yang dihasilkan tidaklah terlalu banyak dan lama. Ketika melakukan prose­dur ini, Engelmen mengoleskan alkohol ke kulit kepala, kemudian dia menyuntikkan 100-200 sunti­kan tergantung jumlah titik lokasi kelenjar keringat. “Saya menggu­nakan jarum suntik yang kecil se­hingga meminimalisir rasa sakit.”

Selama ini, botoks umumnya digunakan untuk menyamarkan keriput yang ditimbulkan oleh usia. Namun ternyata, metode satu ini juga dapat digunakan untuk menciptakan efek rambut halus. Ya, permasalahan rambut “nakal” atau sulit diatur adalah hal yang membuat banyak perem­puan merasa tidak nyaman. Mulai dari rambut tipis, berminyak, mu­dah rontok hingga lepek. Banyak wanita menghabiskan waktu un­tuk mengeringkan, menata dan meluruskan rambutnya.

Engelman menambahkan, rasa sakit yang dirasakan hanya berkisar 10-20 menit saja. Sedang­kan hasil botoksnya bisa bertahan antara 6-12 bulan. Berbahaya atau tidak, menyuntikkan botoks ke kepala berkesan berlebihan hanya karena alasan malas keramas. Pas­alnya, perawatan ini membutuh­kan biaya sebesar 1.000 pound­sterling lebih atau lebih dari Rp 20 juta. Bagaimana bila Anda diha­dapkan pada dua pilihan, keramas rutin menggunakan produk per­awatan rambut atau suntik botoks dengan harga fantastis?

Oleh : RIFKY SETIADI
Email: [email protected] (*)

======================================
======================================
======================================