733934_481971885203525_179254720_nValen terinspirasi dengan karya dari Manolo Blahnik. Manolo merupakan perancang seka­ligus pengusaha produk sepatu. Jaringannya pun bukan hanya para masyarkat biasa. Sele­biti dan para desianer Indonesia juga ikut men­jadi pelanggan setianya. Salah satu seleb yang memesan orderan darinya adalah CherryBelle, Alice Norin dan girl band lainnya.

Hebatnya lagi, dia menjadi salah satu peran­cang sepatu koleksi Eunika Joso dalam Jakarta Fashion Week 2011. Ternyata tidak hanya sepa­tu, pakaian pun tak luput dari kreatifitasnya.

Suatu ketika, ia secara tidak sengaja merom­bak pakaian bekas dengan bantuan penjahit yang berada depan rumah. Memang butuh beberapa kali ia mengganti penjahit hingga ia mendapat penjahit lulusan Inti Mode. Ia menca­ri penjahit dengan hasil yang terbaik. Dia mulai merintis sebagia perancang amatiran.

Hal itu dia lakukan sambil menjual sepatu-sepatu dengan desain yang unik secara onl­line. Pada tanggal 1 Januari 2011, ia menanda tangani kontrak kerja sama dengan si pengra­jin. Valen kemudian menjual produk melalui akun facebooknya. Dengan memasang foto dari produknya, banyak pembeli yang mulai melirik dan mulai berlangganan dengannya. Langganannya pun bukan hanya para remaja tetapi juga orang dewasa banyak yang menyu­kai produknya.

Awalnya ia berhasil menjual 20 pasang sepa­tu per bulan kini ia bisa menjualnya hingga 200 sampai 300 pasang sepau. Keberhasilannya itu didukung juga oleh majalah model Dresscode yang membuatnya tersebar hingga ke seluruh Nusantara. Omset yang didapatkan per bulan kini mencapai nominal 45 juta hingga 50 juta rupiah.

Valen menjual produk dengan kisaran harga yang disesuaikan dengan kualitas produk, kisa­ran 200 sampai 300 ribu rupiah. Karena kesibu­kannya itu, ia tidak melanjutkan sekolah seperti anak yang lainnya. Ia menjalani pendidikannya dengan home schooling. Dia mengaku kesulitan membagi waktu antara bisnis dan sekolah.

Ramaja kelahiran 13 Maret 1995 pernah dili­batkan sebagai perancang sepatu saat peragaan busana kelulusan sekolah mode, La Selle Gradu­ation Show. Kemudian ia diminta untuk meran­cang sepatu untuk siswa-siswa di La Selle. Sung­guh pengalaman yang menarik dan tidak akan Valen lupakan. Itu terjadi pada tahun 2011.

Semua yang dilakukannya, ia pelajari secara otodidak dari majalah dan televisi. Memasuki usia 17 tahun, ia sudah sanggup untuk menggaji manajer pemasaran guna melebarkan pemasa­ran produknya. Ini dapat dilakukannya dengan menembus batas. Walaupun bukan seorang lulusan sekolah mode, dia mampu menjadi seorang desainer fashion yang sukses.

Oleh : Apriyadi Hidayat
[email protected] (dbs)

======================================
======================================
======================================