alfian mujani 240JIKA benar Wakil Presiden Jusuf Kalla mengancam akan mundur, maka strategi Ken Arok—memung­kul pinjam tangan orang—yang di­jalankan pen­guasa negeri ini, berhasil telak. Ta­hapan berikutnya akan ada upaya mendorong Jusuf Kalla untuk benar-benar mundur. Mungkin di bagian ini akan digunakan jurus ‘Rajawali Ngepret.’

Namun kabar ancaman mundur dari Kalla itu agak meragukan. Pertama, Kalla memiliki agenda di balik proyek pembangunan pem­bangkit listrik 30.000 MW. Konon, dimasuk­kannya Rizal Ramli di Kabinet Kerja justru untuk mengontrol agenda Kalla itu. Kedua, Presiden Jokowi tak bisa digertak. Kalla tahu ini. Karena itu, Kalla tak mungkin menggertak dengan mengancam akan mundur, apalagi sampai mundur betulan dari jabatan wakil presiden.

Rumors yang beredar di kalangan elite, Rizal semula diplot Menko Perekonomian. Namun Kalla kabarnya menolak. Komprominya, Rizal di Menko Kemaritiman. Konon, Ri­zal menolak. Namun atas bujukan Jokowi dan Megawati, Rizal akhirnya mau masuk kabinet.

Akan berhasilkan ‘Rajawali Ngepret?’