BOGOR TODAY – Panitia An­gket DPRD Kota Bogor mel­akukan pemburuan bukti dan data dugaan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan Wakil Walikota Bogor, Usmar Hariman. Setelah menggarap Benninu Argobie, panitia ke­cil bentukan DPRD Kota Bogor itu memanggil pihak dari Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Bogor, Bagian Pengenda­lian Program (dalprog) Pem­kot Bogor dan perwakilan dari CV Arta Liena.

Ketua Panitia Angket DPRD Kota Bogor, Zainul Mutaqqin, menjelaskan, pihaknya sudah menjadwalkan pemanggi­lan terhadap tiga pihak yang terkait sengketa. Inul berharap kepada semua pihak yang di­panggil panitia angket agar ko­operatif. “Jika ada yang tidak hadir maka kami akan jadwal­kan ulang. Sejauh ini, semua pihak yang kita panggil masih kooperatif kok,” kata dia.

Baca Juga :  Mempererat Silaturahmi, Keluarga Besar FKPPI Kota Bogor Gelar Halalbihalal

Inul membeberkan, pe­manggilan ULP Kota Bogor dimaksudkan untuk meminta keterangan terkait mekanisme lelang dan kronologi disposisi yang dilakukan Wakil Walikota Bogor, Usmar Hariman. “Kami minta bukti yang rinci kepada ULP, agar muara dari masalah ini ketemu,” tegasnya.

Inul juga mengatakan, untuk sekarang pihaknya se­dang mencari pakar hukum yang tepat untuk mendamp­ingi Panitia Angket DPRD Kota Bogor.“Kami belum dapat me­nyimpulkan karena baru dari pelapor (Forum Ormas Bogor Bersatu). Namun dari lapo­ran itu kita sudah mendapat sedikit celah kesalahan Usmar Hariman,” kata dia.

Baca Juga :  Tirta Pakuan Temu Pelanggan di Kelurahan Sindang Rasa Bogor Timur Terkait Pelayanan Zona 1

Sementara itu, Ketua Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Bogor, Cecep Zakaria, enggan memberikan komen­tar lebih. Namun dirinya men­jelaskan, jika panitia angket in­gin membicarakan prosedural, mekanisme dalam tubuh ULP akan pihaknya jelaskan kepada Panitia Angket DPRD Kota Bo­gor. “Kami akan menjelaskan apa yang di inginkan dari pani­tia angket,” kata dia.

(Rizky Dewantara)