Untitled-1BANDUNG, Today – Sekretaris tim Persib Bandung, Yudiana, menegas­kan sudah menyerahkan nama-nama yang didaftarkan oleh Jajang Nurja­man ke Piala Presiden.

Sebanyak 23 pemain mengawal panji Maung Bandung guna meraih prestasi di turnamen bentukan Ma­haka Sports and Entertaiment.

Selain pemain, dia juga menyerah­kan daftar official yang siap meno­pang perjuangan tim dari balik layar.

“Pendaftaran pemain sebanyak 23 pemain sudah dikasih ke Mahaka, karena kemarin kan memang batas terakhir. Untuk siapa-siapanya itu tanya ke Pak Jajang saja. Ditambah official 10 orang,” ujar Yudiana di Graha Persib.

Persib sendiri dikabarkan men­jadi tim pertama yang menyerahkan segala persyaratan pendaftaran ke pihak promotor.

Meski begitu Yudiana belum men­getahui informasi tersebut. Dia han­ya berusaha melengkapi segala kebu­tuhan tim secepat mungkin.

“Itu yang tahu sih Mahaka, tapi yang pasti apa yang kita kirim su­dah sesuai dengan ketentuan dari Mahaka. Semua persyaratan sudah komplit. Kalau ada perubahan pal­ing tunggu manager meeting lagi,” tuturnya.

Mengenai legalitas Zulham Zam­run tentang kepindahannya dari Persipura, Yudi mengatakan pihak Persib sudah melayangkan surat pelepasan sang pemain.

Baca Juga :  KORMI Kota Bogor Raih 9 Juara di 5 Inorga pada Pembukaan FORPROV ke 4 Tahun 2022

Untuk itu dia menegaskan nama pemain asal Ternate itu sudah men­jadi bagian dari Maung Bandung yang terjun di Piala Presiden.

“Kalau surat yang dari Persipura itu tinggal ke manajer Umuh Muchtar. Tinggal tunggu surat rilis atau pin­dah. Dua pulub tiga pemain itu ter­masuk Zulham. Vujovic dan Konate juga sudah masuk,” pungkasnya.

Persiapan Terkendala Lapangan

Persiapan Persib Bandung jelang terjun di Piala Presiden dianggap sang arsitek, Jajang Nurjaman tidak maksimal.

Salah satu yang menjadi kendala adalah faktor lapangan yang tidak mendukung kinerja Atep dan kawan-kawan. Dalam beberapa pekan tera­khir Persib memang lebih banyak ber­main di lapangan futsal Supratman.

Sedangkan lapangan ukuran nor­mal di wilayah Bandung banyak yang dianggap tidak representatif mengin­gat saat ini sedang musim kemarau.

“Harus diakui bahwa kami punya kendala pada persiapan tim kali ini, kendalanya itu di lapangan. Seharian kita tim pelatih kontak lapangan sana sini untuk latihan di lapangan uku­ran normal tapi semua penuh dan tidak bisa dipakai,” ujar Djajang ke­tika diwawancara di Lapangan Futsal Ciujung, Rabu (26/8).

Baca Juga :  NPCI Dukung Atlet Paralympic Raih Juara Umum pada Paperda VI Jabar

Sedangkan lapangan yang diang­gap terurus disebut Jajang mayoritas adalah tempat yang berada di mar­kas tentara. Hanya sayang dalam be­berapa terakhir lapangan itu penuh digunakan oleh berbagai kegiatan.

Sehingga Persib yang merupakan pihak eksternal pun tidak bisa meng­gunakan tempat tersebut.

“Mulai dari lapangan Armed, Pus­dikpom, Secapa, Siliwangi semua penuh tidak bisa dipakai,” sebutnya.

Menanggapi timnya hanya bisa bermain di lapangan futsal, Janur mengaku tidak mau ambil pusing. Itu selama materi latihan yang akan dia sampaikan pada pemain bisa diserap.

Menu taktikal dan tehnik yang mulai menjadi perhatian pun dilahap dengan baik oleh pasukan Maung Bandung.

“Tapi di lapangan ini (futsal) kita coba maksimalkan. Saya pikir dapat lah tujuan kita dalam drilling posse­sion, shooting dan defence, semua dapat,” terangnya.

(Imam/net)