a8a3c77f-3908-4469-af46-a1a388fc0892_169JAKARTA, TODAY — Meski boom­ing batu akik mulai meredup, Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto tak ciut minat untuk memborong produk kerajinan asli Indonesia itu. Kemarin, putri keempat mendiang Presiden Soe­harto itu tak melewatkan pamer­an akik yang digelar kedua kalinya di Gedung DPR. Politikus Partai Golkar itu juga tak tanggung-tang­gung memborong sejumlah batu.

Mba Titiek begitu akrab disapa, tampak serius melihat-lihat deretan batu akik di salah satu stand pam­eran akik di pelataran Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2015). Mba Titiek memang usai mengikuti rapat Komisi IV DPR.

Tangannya tampak cekatan me­milah batu-batu yang berasal dari alam itu. Dari satu stand, Mba Titiek bergeser ke stand lainnya. Pimpinan Komisi IV DPR itu tampak kepincut dengan batu bacan berwarna hijau yang dipajang di balik etalase salah satu stand. “Bisa dicopot nggak (ikatan akiknya -red)?” tanya Titiek sambil mencoba batu bacan di lengan jari manisnya. “Bisa bu,” jawab pedagang.

Lalu seperti umumnya yang ter­jadi saat transaksi batu akik, Titiek juga ingin menguji tingkat kristalisasi batu bacan itu. Yaitu dengan disent­er. Si pedagang pun dengan ramah menjelaskan perbedaan kristal pada 3 batu bacan. “Yang ini berapa (har­ganya)?” tanya Titiek. “Rp 8,5 juta bu,” jawab si pedagang masih sambil mensenter batu bacan. “Diskonnya berapa? Separuh ya? Bentar lagi juga murah,” gurau Titiek ditimpali peda­gang soal akik yang masih mahal.

Urusan akik, mantan istri Prabowo Subianto itu memang bukan pemain baru. Dia pernah memajang beber­apa koleksinya di pameran akik DPR beberapa waktu lalu. Mulai dari batu jenis kladen, junjung drajat dan badar besi. Bahkan salah satu akiknya diang­gap bertuliskan lafad Allah.

Saat menawar itu, di tangan Mbak Titiek terpasang batu Kalimaya asal Banten berwarna hitam. Setelah ta­war menawar, pilihannya pun jatuh pada batu bacan seharga Rp 7,5 juta berwarna hijau. Harganya tentu sudah ditawar dari semula Rp 8,5 juta. “Di­simpan dulu ya, besok,” ucap Titiek mengisyaratkan agar transaksinya dis­erahkan melalui stafnya.

Baca Juga :  Sukses Jadi Orang Ketiga, Anya Geraldine Ingin Pensiun

Tak sampai situ, saat hendak be­ranjak menuju mobilnya, langkah Titiek terhenti pada satu stand yang menjual bongkahan batu yang diren­dam air. Kembali tangannya memilih-milah bongkahan yang dianggap men­arik. Kali ini harganya hanya ratusan ribu. “Buat PR kalau lagi reses, gosok-gosok,” kata Titiek berkelakar.

Di stand itu, Titiek memboyong 3 bongkahan kecil batu seharga Rp 500 ribu yang dibayar langsung. “Suka,” ucap Titiek soal hobinya itu usai mem­boyong batu akik yang dibelinya.

Sambil berjalan ke mobil Alphard yang sudah menunggunya, Titiek menyebut tidak memiliki kesukaan khusus pada jenis batu tertentu. Menurutnya, semua batu akik asal Indonesia bagus, apalagi yang ber­warna-warni. “Sekarang gosok-gosok sendiri, makanya beli mentahan. Ini tangannya begini,” ucap Titiek sambil menunjukkan kuku jari tangan kanan­nya yang tampak sedikit tergerus karena menggosok akik.

Sosok Titiek Soeharto memang bukan tokoh baru di jagad taipan di Indonesia. Majalah Time pernah menurunkan laporan kekayaan ke­luarga Cendana dengan judul Suharto Inc yang berujung ke meja hijau. Dise­butkan Titiek adalah penyuka merek kelas tinggi seperti Harry Winston, Bulgari dan Cartier. Titiek juga dikenal sebagai pengagum para bintang film. Ketika Steven Seagal ke Bali dalam rangka peresmian Planet Hollywood pada 1994 lalu, misalnya, Titiek dik­abarkan berdansa dengan bintang laga itu. (Yuska Apitya Aji)

Booming batu akik boleh saja dibi­lang meredup, tapi tidak bagi politisi Partai Golkar Titiek Soeharto. Putri mendiang mantan Presiden Soeharto itu tak melewatkan pameran akik yang digelar kedua kalinya di gedung DPR.

Sore tadi, Mba Titiek begitu akrab disapa, tampak serius melihat-lihat ja­jaran batu akik di salah satu stand pa­meran akik di pelataran gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2015). Siang tadi Mba Titiek memang usai mengikuti rapat komisi IV DPR.

Tangannya tampak cekatan memi­lah batu-batu yang berasal dari alam itu. Dari satu stand, Mba Titiek berge­ser ke stand lainnya. Pimpinan komisi IV DPR itu tampak kepincut dengan batu bacan berwarna hijau yang dipa­jang di balik etalase salah satu stand.

Baca Juga :  Tercemar Limbah Pabrik, Ribuan Ikan di Setu Citongtut Mati

“Bisa dicopot nggak (ikatan akiknya -red)?” tanya Titiek sambil mencoba batu bacan di lengan jari manisnya. “Bisa bu,” jawab pedagang.

Lalu seperti umumnya yang terjad saat transaksi batu akik, Titiek juga in­gin menguji tingkat kristalisasi batu ba­can itu. Yaitu dengan disenter. Si peda­gang pun dengan ramah menjelaskan perbedaan kristal pada 3 batu bacan.

“Yang ini berapa (harganya)?” tanya Titiek.

“Rp 8,5 juta bu,” jawab si peda­gang masih sambil mensenter batu bacan.

“Diskonnya berapa? Separuh ya? Bentar lagi juga murah,” gurau Titiek ditimpali pedagang soal akik yang ma­sih mahal.

Urusan akik, Titiek memang bukan pemain baru. Dia pernah memajang beberapa koleksinya di pameran akik DPR beberapa waktu lalu. Mulai dari batu jenis kladen, junjung drajat dan badar besi. Bahkan salah satu akiknya dianggap bertuliskan lafad Allah.

Saat menawar itu, di tangan Titiek terpasang batu Kalimaya asal Bant­en berwarna hitam. Setelah tawar menawar, pilihannya pun jatuh pada batu bacan seharga Rp 7,5 juta ber­warna hijau. Harganya tentu sudah ditawar dari semula Rp 8,5 juta.

“Disimpan dulu ya, besok,” ucap Titiek mengisyaratkan agar transak­sinya diserahkan melalui stafnya.

Tak sampai situ, saat hendak be­ranjak menuju mobilnya, langkah Titiek terhenti pada satu stand yang menjual bongkahan batu yang diren­dam air. Kembali tangannya memilih-milah bongkahan yang dianggap men­arik. Kali ini harganya hanya ratusan ribu.

“Buat PR kalau lagi reses, gosok-gosok,” kata Titiek berkelakar.

Di stand itu, Titiek memboyong 3 bongkahan kecil batu seharga Rp 500 ribu yang dibayar langsung.

“Suka,” ucap Titiek kepada detik­com soal hobinya itu usai memboyong batu akik yang dibelinya.

Sambil berjalan ke mobil Alphard yang sudah menunggunya, Titiek me­nyebut tidak memiliki kesukaan khu­sus pada jenis batu tertentu. Menurut­nya, semua batu akik asal Indonesia bagus, apalagi yang berwarna-warni.

“Sekarang gosok-gosok sendiri, makanya beli mentahan. Ini tan­gannya begini,” ucap Titiek sambil menunjukkan kuku jari tangan kanan­nya yang tampak sedikit tergerus karena menggosok akik.

(bal/dra)