IMG_9879DIHIASI dengan bomber-bomber maut yang dimil­iki tiap tim, pertandingan Piala Presiden diprediksi berjalannpanas. Mengan­tisipasi terjadinya tindak kekerasan, sanksi tegas pun diberlakukan

Oleh : Adilla Prasetyo Wibowo

[email protected]

Piala Presiden 2015 tinggal menghi­tung hari lagi. Turnamen pra-musim tersebut akan dibuka oleh Pres­iden RI Joko Widodo, pada Minggu (30/8/2015) sore di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.

Pada turnamen yang disiarkan langsung oleh stasiun televisi Indosiar ini, penikmat sepak bola tanah air bakal disuguhkan aksi para striker haus gol. Sederet striker lokal maupun asing akan menjadi poros serangan masing-masing tim yang mereka bela di Piala Presiden.

Sebut saja Ferdinand Sinaga, Samsul Arif, hingga sang kepala Macan Kemayoran, Bam­bang Pamungkas. Mereka akan bersaing den­gan bomber berdarah asing semacam, Cris­tian Gonzales, Osas Saha, dan Ilija Spasojevic untuk memperebutkan gelar top skor atau pencetak gol terbanyak.

Baca Juga :  Sosialisasikan DBON, Menpora Bakal Teken MOU Pada Hari Pers Nasional

Meski hanya sebatas turnamen, Mahaka Sport and Entertainment tetap ingin menjaga kualitas Piala Presiden, dengan menegakkan disiplin. Salah satunya dengan menyiapkan sanksi tegas terhadap klub peserta jika ada pelanggaran disipilin.

Tak tanggung-tanggung besaran denda pun bisa mencapai Rp 200 juta per kasus. CEO Mahaka Sport and Entertainemnt, Hasani Abdul Ghani menjelaskan pemain atau official tim yang kedapatan mengasari wasit akan dikenakan denda sebesar Rp 100 juta.

Baik itu berupa pemukulan maupun menghina pengadil lapangan dengan melu­dah contohnya. Kemudian bagi mereka yang melakukan perkelahian akan dikenakan den­da Rp 50 juta.

“Nikmati pertandingan, taati rule of the game, dan jalankan saja fairplay,” kata Hasani sesaat setelah bertemu perwakilan 16 klub peserta, di Hotel Century, Kamis (27/8/2015) malam WIB.

Baca Juga :  Sentul Sirkuit Kembali Gelar Ajang Balap Vespa

Tidak hanya denda materi, pemain atau official yang bersangkutan juga tidak diper­bolehkan berpartisipasi di ajang Piala Pres­iden lagi. Meski demikian, Mahaka Sport and Entertainment masih menyediakan upaya banding bagi pemain-pemain yang merasa tidak puas atas sanksinya.

Maka dari itu Mahaka Sport and En­tertainment menahan Rp 200 juta dari total Rp 600 juta hak peserta Piala Pres­iden. Penahanan itu dilakukannya sebagai jaminan laga babak penyisihan berjalan lancar.

Dengan aturan tegas ini, Mahaka Sport and Entertainment tidak ingin sepak bola In­donesia dikenal sering mengasari wasit. Apa­lagi perhelatan Piala Presiden dilangsungkan di tengah-tengah polemik yang berkepanjan­gan. Hasani berharap dengan adanya Piala Presiden yang berjalan lancar dan berkuali­tas akan menjadi kebangkitan sepak bola In­donesia.