WASHINGTON TODAY – Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, menetapakan planet Neptunus dan Uranus sebagai target eksplora­si berikutnya dan mereka telah meminta para ilmuwan untuk mendesain pesawat antariksa untuk mencapai dua planet itu.

Penelitian yang dilaksanakan di Jet Pro­pulsion Laboratory (JPL) ini menargetkan pesawat antariksa yang dapat diterbangkan sekitar akhir tahun 2020-an atau awal 2030-an. Dana yang disiapkan untuk penelitian dan pengembangan pesawat mencapai US$ 2 miliar atau sekitar Rp 28 triliun.

Jika kelak misi ini berjalan, NASA ber­janji akan mengungkap hasil temuan kepada para ilmuwan. Apabila dibandingkan dengan misi-misi sebelumnya, seperti misi Discovery dan New Frontier, penerbangan pesawat an­tariksa ke Neptunus dan Uranus memakan jumlah uang jauh lebih besar. “Salah satu penghalang kami untuk dapat menjalankan misi ke Neptunus dan Uranus ini adalah be­sarnya biaya yang harus dikeluarkan,” ujar Jim Green, kepala divisi Planetary Science NASA, pada pertemuan pekan ini yang di­hadiri oleh lembaga-lembaga sains yang di­danai oleh NASA.

Baca Juga :  My Girlfriend is an Alien 2 Segera Tayang!!

Wacana menerbangkan pesawat antarik­sa ke Neptunus dan Uranus sudah mulai terdengar sejak 26 tahun silam. Namun, ber­bagai masalah menyebabkan misi tersebut tidak dapat terealisasi hingga sekarang.

Selain isu biaya, misi ke dua planet es tersebut juga terhalang karena kekurangan persediaan plutonium untuk dijadikan ba­han bakar pesawat antariksa yang tersedia dulu kala. Plutonium dibutuhkan dalam misi tersebut karena dapat mempercepat proses penerbangan pesawat antariksa.

Baca Juga :  Gaspard Ulliel, Aktor Asal Prancis Meninggal Dunia

Penerbangan ke Neptunus dan Uranus kemungkinan besar akan bergantung pada pemakaian baterai nuklir yang ditenagai oleh plutonium. Tenaga nuklir diperlukan untuk mengeksplorasi area di luar jangkauan tata surya, mengingat sinar matahari sulit men­jangkau daerah-daerah tersebut sehingga panel tenaga matahari tidak dapat digunakan.

Para ilmuwan berpendapat Neptunus dan Uranus sebagian besar terdiri dari bebat­uan, es, dan juga ammonia, sehingga kedua planet mendapat julukan si es raksasa. Ura­nus berjarak sekitar 2,9 miliar km dari ma­tahari, sedangkan Neptunus 4,5 miliar km.

(Yuska Apitya/net)