Untitled-8WARGA di kawasan Pantai Selatan Pulau Jawa selayaknya meningkatkan kewaspadaan. Gempa besar diprediksi bakal terjadi dalam waktu dekat. Kemarin, baru Pacitan dan Mentawai yang digoyang gempa. Gempa ini diprediksi bakal berpotensi besar terjadinya tsunami.

YUSKA APITYA
[email protected]

Warga Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, yang se­dang tidur dikejut­kan dengan gempa bumi. “Saat terasa goncangan saya terbangun dari tidur, langsung menggendong anak untuk ke luar kamar,” kata Asri, warga Kelurahan Ploso. Bersama suaminya, dia berni­at ke luar rumah. Namun goyangan lindu langsung berhenti.

Gempa berkekuatan 4,7 skala Ritcher (SR) itu terjadi Minggu, 2 Agustus 2015, pukul 01.53 WIB. Kepala Pelaksana Badan Penang­gulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Tri Mudjiharto mengatakan pusat (episentrum) gempa berpusat di laut, sebelah barat daya Pacitan di 8,73 Lintang Selatan (LS) dan 110,91 Bujur Timur (BT) dengan kedalaman sepuluh kilometer. “Tidak berpoten­si terjadi tsunami. Sampai sekarang belum ada kerusakan bangunan,” katanya.

Baca Juga :  Atap Rumah Janda Disapu Angin Kencang, Kades Nembol dan Pemuda Kampung Kaso Gercep

Tri menjelaskan gempa dini hari tadi sudah berulang kali terjadi atau dirasakan di Pacitan. Fenomena ini merupakan dampak dari pergera­kan lempeng Eurasia dengan Indo- Australia yang membentang di Sam­udra Indonesia atau selatan Jawa.

Pusat gempa kali ini berdekatan dengan lindu yang terjadi 14 Juli 2014. Ketika itu, gempa berkekuatan 5,6 SR berpusat di 9,06 LS dan 111,24 BT dengan kedalaman sepuluh kilo­meter. Episentrum itu berjarak 104 kilometer arah tenggara Pacitan dan tidak menimbulkan tsunami.

Sementara itu, gempa berkekua­tan 4,7 skala Richter mengguncang Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Ahad, 2 Agustus 2015, pukul 13.35.35 WIB. Gempa ini juga dirasakan di Kota Padang dan Painan.

Baca Juga :  Diah Pitaloka Menyebut RUU TPKS Sangat Identik Dengan Perempuan

Badan Meteorologi, Klimatolo­gi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Padang Panjang menye­butkan gempa terjadi di koordinat 1,81 Lintang Selatan (LS) dan 100,00 Bujur Timur (BT). Lokasi tepatnya 56 kilometer timur laut Kepulauan Mentawai.

“Kedalamannya 24 kilometer,” ujar Kepala Seksi Informasi dan Data BMKG Padang Panjang Buha, kemarin.

Menurutnya, gempa ini dira­sakan di Kota Padang dan Painan dengan MMI II. Ketua Ikatan Ahli Ge­ologi Indonesia Sumatera Barat Ade Edward mengatakan, gempa terjadi di antara Sipora Mentawai dengan Padang. Tepatnya di kawasan Seis­mic Gap Megathrust Siberut. “Seg­men Megathrust Siberut yang saat ini masih sebagai zona terkunci. Dikenal dengan istilah seismic gap zone, yang masih menyimpan gempa berkekua­tan besar,” ujarnya. (net)