CIBINONG, TODAY – Aziz Rosdiansyah (27) Guru sekaligus pemilik Yayasan Pondok Pesantren Al Mardaniyah, ditemukan tewas, Senin (31/8/2018) di Kampung Pajelerean RT 01/11, Kelurahan Sukahati, Kecamatan Cibi­nong. Korban tewas dengan luka tusukan di bagian perut dan leher.

Anwar salah seorang saksi mengatakan korban sempat didatangi lelaki tak dikenal pada Senin dinihari puku 01.30 WIB.

Kemudian korban diajak berbincang dan tak lama kemudian korban berteriak minta tolong pada istrinya dengan luka di leher dan perut.

“Awaknya pelaku datang ke lokasi ke­jadian pada Minggu (31/8/2015) siang. Karena korban tidak ada ditempat, akh­irnya pelaku datang lagi ke Pesantren Al Mardaniyah milik keluarganya pada malam harinya,” jelas Anwar.

Ia menjelaskan, korban seketika di­larikan ke klinik 24 jam terdekat. Namun nyawa Aziz tidak tertolong dan jenazahnya pun kini dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Ja­karta Timur untuk keperluan visum.

Baca Juga :  Protes Jalan Rusak, Warga Bogor Tanam Pohon Pisang

Sementara itu, Adik Korban, M Yusuf mengungkapkan sebelum Aziz tewas, ke­luarganya kerap mendapat telepon bernada teror dan ancaman dari orang tak dikenal.

“Memang sempat ada yang datang ke sini nanya kakak saya. Saya tidak tahu itu siapa, soalnya pakai helm. Dia bawa motor Honda Beat warna putih,” ujar Yusuf.

Ia menambahkan jika keluarga tidak menyangka Aziz kehilangan nyawa dengan kondisi yang mengenaskan. Padahal, sela­ma ini, kakaknya dikenal sebagai orang yang baik dan tak pernah bermasalah.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polisi Resor Bogor Ajun Komisaris Auliya Djabar mengatakan, kejadian sekitar pukul 01.00 WIB, dan pertama kali diketahui oleh istri kor­ban bernama Uswatun Hasanah, 24 tahun.

Dari keterangan istrinya, pelaku datang sekitar pukul 23.00 WIB, Minggu (30/8/2015). Saat datang bertamu, kata Au­lia, antara korban dan pelaku diduga sudah saling kenal karena terlihat akrab, bahkan saat datang pelaku sempat duduk di ruang tamu rumah.

Baca Juga :  Wakil Bupati Bogor bersama Jajaran Pemkab Bogor Lakukan Evaluasi Pelaksanaan Tahun 2021 dan Matangkan Perencanaan Tahun 2022

Namun beberapa saat kemudian korban mengajak pelaku untuk berbincang-bincang di luar rumahnya. “Istri korban tidak mege­tahui isi perbincangan keduanya,” kata Aulia.

Tidak ada kecurigaan dari istri korban, karena keduanya terlihat saling kenal dan melakukan perbincangan yang cukup lama, hingga akhirnya istri korban pun ma­suk kamar.

“Selanjutnya, bersama warga pondok pesantren. Korban di bawa ke klinik. Na­mun, nyawanya tidak bisa di selamatkan. Untuk kepentingan penyidikan, jenazah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Cibinong dan hasil otopsi di tubuh korban ditemukan empat tusukan di leher serta perut,” jelas Aulia.

Hingga saat ini polisi masih menyelidiki, modus dan motif pembunuhan tersebut dan dan menyelidiki pelaku pembunuhan.

“Pelaku diduga kenal dengan korban dan keluarganya, namun hingga saat ini kami masih kejar identiasnya,” tambahnya.

(Rishad Noviansyah)