49persibBANDUNG, Today – Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman men­gasah ketajaman bola mati para penggawanya di dua hari sebelum memulai debut Grup A Piala Pres­iden 2015 kontra Persiba Balikpapan, di Stadion si Jalak Harupat, Soreang Kabupaten Bandung, besok (hari ini,red).

“Persiapan hampir final, H-2 ma­sih ada latihan taktikal apa yang kita peragakan lawan Persiba. Besok in­tensitas turun paling menggarap set piece dengan bola mati,” kata pelatih karib disapa Djanur ini di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung.

Memang pada final Piala Wali Kota Padang, timnya sukses menaklukkan Persiba dengan skor 2-0. Djanur tak menampik hasil sempurna itu bisa membuat penggawanya lebih per­caya diri menatap laga nanti.

Namun dia ogah terlalu percaya diri, mengingat skuatnya belum mencicipi kekuatan baru tim berju­luk Beruang Madu tersebut.

“Iya kita menang di sana, tapi per­tandingan yang lalu tidak menjadi pa­tokan. Karena tim lawan setiap tahun selalu berbeda, tapi paling tidak un­tuk kepercayaan diri pasti naik. Wak­tu itu Persiba bagus sekali mainnya, dibandingkan tim lain,” bebernya.

Rupanya, Djanur pun sudah mengintip peta kekuatan calon rivanya itu. Dia enggan menganggap remeh pasukan Edward Tjong dipar­tai nanti.

“Tahu dari media, dua kali uji coba tim Persiba selalu menang telak, walaupun pelatihnya ngomong belum siap, tapi saya rasa dia siap,” tukas Djanur.

Dia menambahkan, bakal membu­ru hasil maksimal di laga nanti. Sebab, kemenangan di laga pertama sangat penting untuk meningkatkan moti­vasi timnya guna lolos dari fase grup.

“Selalu disebuah kompetisi ke­menangan pertama dapat menentu­kan untuk ke depannya, dan pasti menjadi modal,” ulasnya.

Dia berharap, penggawanya bisa bermain enjoy lepas dari tekanan. Ya, lama tak menjalani laga resmi bisa saja membuat timnya gugup kala kembali manggung di sebuah turnamen.

“Pertandingan pertama biasanya suka nervous, siapa yang bisa enjoy memenangkan pertandingan. Kem­bali pada mental pemain, mudah-mudahan bisa teratasi, percaya pada mental anak-anak, mereka bisa men­gatasi,” pungkasnya

Petakan Kekuatan Lawan

Gelaran Piala Presiden sudah mu­lai dihelat pada Minggu (30/8) kema­rin. Bali United yang turun di laga pembuka langsung tancap gas den­gan menghancurkan Persija 3-0.

Menanggapi peta kekuatan kon­testan, pelatih Persib, Jajang Nurja­man mengatakan bahwa kesiapan tim menjadi faktor penting dalam menunjang performa tim. Seperti Bali United yang tidak membubarkan tim terbukti mampu menampilak permainan yang kompak.

“Kekuatan tim disitu membuk­tikan persiapan lebih bagus yang menang. Contohnya Bali United ga pernah berhenti latihan cuma lebaran doang. Persija meski materi dikatakan pemain bintang latihan minim persiapan ya seperti itu main­nya,” ujar pelatih 57 tahun itu kepa­da awak media, Senin (31/8).

Atmosfer pertandingan tim yang terjaga itu yang membuat Persib tetap waspada. Karena salah satu ri­val mereka, Persebaya Surabaya juga tidak cepat membubarkan tim.

Kesolidan permainan dianggap Janur lebih berbahaya ketimbang ma­teri tim yang bertabur bintang. Kare­na belum tentu pemain berlabel tim­nas bisa nyetel dengan rekan setimnya yang jarang berlatih bersama.

“Di grup kita ada Persebaya yang latihan terus dan itu yang harus dian­tisipasi sama kita,” lanjutnya.

Secara komposisi tim, Janur melihat skuat Bali United asuhan Indra Sjafry lebih banyak dihuni pemain muda.

Namun spirit dan kemauan keras menurutnya bisa menjadi senjata ampuh guna meredam Bambang Pa­mungkas cs.

“Banyak pemain muda yang ti­dak terkenal. Itu yang dikhawatirkan karena Bali United kalah pamor tapi bisa kalahkan Persija,” tutupnya.

(Imam/net)