Pesat-HLPelajar sebagai generasi muda dan penerus dan calon pemimpin bangsa, tentu harus sehat jasmani dan rohani. Karena itu, Dinas Kesehatan Kota Bogor menggelar Pelati­han Deteksi Akibat Dampak Asap Rokok Bagi Anak Sekolah Tingkat SLTA di Aula Kantor Arsip Daerah, Perumahan Menteng Asri, Bogor bagi siswa SMA dan SMK di Kota Bogo

Ketua Pelatihan, Dr. Linda menjelaskan peserta pelatihan meru­pakan perwakilan peserta didik dan guru pembimbing seluruh sekolah SMA dan SMK di Kota Bogor. Pelaksa­naannya dibagi menjadi 2 sesi, yaitu pada 24-25 Agustus 2015 dan 26-27 Agustus 2015. Ia menambahkan pro­gram berikutnya akan berkalan setelah pelatihan ini. “Bulan depan Dinas Kesehatan Kota Bogor akan ke sekolah-sekolah untuk menindaklanjuti pelatihan ini,” ungkap­nya. Linda memaparkan, tahun depan selain ada UKS di tiap sekolah, juga akan dibentuk Pos Bimbingan Terpa­du (POSBINDU) yang dilengkapi den­gan peralatan dari Dinas Kesehatan Kota Bogor.

Dr Sari Chandrawati, Kepala Puskesmas Tanah Sareal menjadi nara­sumber dan memberikan materi tentang tips hidup sehat kepada pelajar. “Berhentilah merokok. Asap rokok mengandung ribuan zat kimia, atau komponen asap yang juga disebut sebagai emisi asap,” jelasnya. Ia melanjutkan, komponen asap yang paling luas dikenal adalah tar, niko­tin, karbon monoksida (CO). Selain zat-zat ini, lebih dari 7000 zat kimia telah diketahui terkandung dalam asap rokok. Zat itu, digolongkan dalam 70 komponen asap sebagai kemungkinan penyebab penyakit yang terkait dengan merokok, seperti kanker paru, penyakit jantung, dan emfisema.

Baca Juga :  Angka Rata-rata Lama Sekolah Masih Rendah di Bogor

Dokter juga menegaskan agar berhenti meng­komsumsi miras dan narkoba, karena kedua barang haram ini akan merusak organ tubuh kita dan ber­akibat pada kematian. Selain itu, kurangi makanan yang mengandung lemak, manis dan asin. “Perban­yak makan sayur dan buah tiap hari. Teratur dalam berolahraga, minimal 3 kali seminggu, karena olah­raga sangatlah penting dalam menjaga keseimban­gan tubuh anda dan dapat menjaga tubuh anda tetap bugar,” paparnya.

Pemerhati pendidikan Kota Bogor, Heru Budi Setyawan mengatakan sangat prihatin dengan kebiasaan merokok pada peserta didik syang masih terlihat saat ini. “Tadi saya berangkat dari rumah sampai tempat pelatihan ini, menemukan 3 pe­lajar yang sedang asyik merokok, pertama di dekat rumah saya, kedua di dekat Yasmin dan ketiga di dekat Semplak,” ujar guru PKn ini. Heru me­nyarankan, untuk berhenti merokok pelajar harus berjanji dengan sungguh-sungguh dalam hati untuk berhenti merokok, selain ha­rus punya keinginan kuat agar berhenti merokok sebelum usia 40 tahun. “Usia 40 tahun adalah usia yang rawan terhadap kesehatan, biasanya kondisi kesehatan dan stamina kita mulai menurun,” ungkap pendidik dari SMA PESAT Bogor ini. Kondisi itu juga menjadikan usia perokok lebih sehat.

Baca Juga :  Angka Rata-rata Lama Sekolah Masih Rendah di Bogor

Pelajar menyambut baik upaya Dinas Kesehatan Kota Bo­gor ini. Diungkapkan Fajar Had­iansyah, siswa kelas XI IPA-2 SMA Pesat pelatihan ini sangat menyenang­kan. “Pelatihan ini bisa jadi tambah teman dan saya jadi tahu penya­kit yang mematikan. Alhamdu­lillah saya sejak kecil memang tidak merokok sampai seka­rang,” ujar laki-laki anggota pasus ini.

Sementara, Syafira Nur Amalia Haryadi, siswi ke­las XI IPS-1 SMA Pesat melihat manfaat kegiatan ini sebagai bagian dari uapaya edukasi kes­ehatan. “Saya jadi bisa menggunakan alat pengukur tensi darah dan menilai paru-paru yang bersih,” terang gadis yang aktif di OSIS ini. Hal senada diungkapkan oleh Zahra, siswi kelas XI IPA SMA Pesat Bogor yang melihat kegiatan ini sebagai upaya untuk menambah ilmu tentang kesehatan. “Kita jadi mengetahui bagaimana fungsi alat kesehatan dan lebih termotivasi untuk men­jalankan pola hidup sehat,” ujar gadis yang murah senyum itu.