A1-02092015-KAKIAN,-okeADA yang menarik di si­dang sengketa tas Hermes bernilai Rp 950 juta di PN Ja­karta Pusat, Selasa (1/9/2015). Margaret Vivi, sang pemilik tas itu, hadir di deret pengunjung sidang yang sebagian pesakitan menunggu giliran sidang. Lantas siapa Margaret Vivi ini?

(Alfian Mujani|net)

Margaret Vivi merasa tertipu atas kasus jual beli tas Hermes seharga Rp 950 juta. Dia pun me­laporkan Devita ke polisi dan kini kasus bergulir di Pengadilan Neg­eri Jakarta Pusat (PN Jakpus).

Saat ditemui usai sidang di PN Jakpus, Vivi hanya tersenyum saat ditanya apa pekerjaannya. “Saya cuma wiraswasta saja,” jawab Vivi usai menontot sidang kasusnya di PN Jakpus, Jalan Gadjah Mada, Ja­karta, Selasa (1/9/2015).

Wartawan lantas bertanya kembali. “Ibu wirasawasta dealer mobil ya?” tanya wartawan. “Iya, salah satunya,” jawab Vivi.

Saat disebut merek dealernya apakah Sun Motor, Vivi hanya terse­nyum. Dia tidak mau mengiyakan atau menjawab tidak. “Sudah ya,” jawab Vivi.

Vivi melaporkan Devita ke Polda Metro Jaya. Ia telah menyerahkan tas Hermes kepada Devita pada 2013 yang akan dibeli seseorang seharga Rp 950 juta. Namun Devita baru mem­bayar Rp 500 juta dan belum dilunasi. Atas kasus ia memperkarakan Devita.

Ketika mengikuti sidang di pen­gadilan, Margaret Vivi tampak tidak berdandan. Namun keanggunan Vivi tidak bisa disembunyikan. Vivi hanya mengenakan baju lengan panjang warna gelap dan celana panjang warna hitam. Sebuah kaca­mata hitam bertengger di kepalan­ya dengan rambut panjang tergerai.

BACA JUGA :  Menu Makan Malam dengan Sapo Tahu yang Lezat dan Simple Dibuat, Wajib Coba

Vivi hadir di sidang atas lapo­ran yang dibuatnya dengan terda­kwa Devita. Ia merasa telah ditipu oleh Devita dalam proses jual beli sebuah tas Hermes pada 2013 lalu. Sidang kali ini beragendakan men­dengarkan saksi yaitu sopir anak Vivi, sedang Vivi duduk di bangku penonton. “Saudara Vivi, bagaimana penyebutan nama Hermes?” tanya ketua majelis hakim Suko Triono.

“Herme Pak (tidak pakai S-red)”,” jawab Vivi dari bangku pe­nonton.

“Ini tas dari mana?” tanya Suko lagi. “Dari Prancis, Pak,” jawab Vivi.

Setelah itu, Suko kembali ber­tanya ke saksi. “Saudara saksi, apakah Anda tahu yang Anda bawa saat itu tas mahal?” tanya Suko. “Tidak, Pak hakim. Saya tahunya tas,” jawab sopir yang disambut senyum oleh Vivi.

Vivi tidak canggung duduk di antara para terdakwa berbagai je­nis kejahatan yang menunggu gili­ran sidang.

Versi jaksa, Devita awalnya menjual tas yang kerap dipakai artis Hollywood itu kepada Margaret Vivi pada Februari 2013. Setelah uang pembelian Rp 850 juta ditransfer, tas tipe Sac Birkin 30 Crocodile Ni­loticus Himalayan itu lalu diserah­kan ke Margaret.

Tiga bulan setelahnya, Devita kembali menghubungi Margaret dan menanyakan apakah tas Hermes itu akan dijual lagi sebab ada yang ber­minat membeli dengan harga Rp 950 juta. Mendapati tawaran ini, Marga­ret tergiur karena mendapat keun­tungan selisih Rp 100 juta. Sebagai uang muka, Margaret menerima Rp 500 juta dari Devita dan sisanya akan dilunasi ketika pembeli telah mentransfer Rp 450 juta.

BACA JUGA :  SMA PGRI Plus Kolaborasi Dengan Pemkab Bogor dan Pemerintah Pusat Lahirkan Generasi Bangsa yang Multitalenta

Namun ketika waktu pem­bayaran yang dijanjikan tiba, ternya­ta sisa Rp 450 juta tidak kunjung ditransfer. Margaret awalnya sabar namun setelah hampir dua tahun tidak kunjung dilakukan pelunasan, Margaret mengambil langkah hu­kum dengan mengadukan hal ini ke Polda Metro Jaya. Lantas Devita ditahan dan ia diadili di PN Jakpus.

Anda Hakim, kuasa terdakwa ka­sus jual beli tas Hermes Rp 950 juta, Devita keberatan dengan saksi yang dihadirkan jaksa. Menurut Anda, saksi yang dihadirkan tidak ada keterkaitan­nya dengan perkara. Ada pun saksi yang dihadirkan jaksa Marlinang Samo­sir ialah sopir anak Vivi dan karyawan Vivi. Menurut Anda, kedua saksi itu ti­dak relevan dengan kasus. “Ini saksinya nggak jelas!” tegas Anda Hakim.

Dia juga keberatan, karena pi­haknya belum boleh menghadirkan saksi meringankan. Alasan dari ha­kim, karena saksi dari pihak jaksa be­lum rampung dihadirkan. “Kami juga keberatan karena saksi yang ingin kami hadirkan tidak boleh dihadir­kan sidang besok,” ucap Anda.

============================================================
============================================================
============================================================

1 KOMENTAR

  1. Apartement Islami Dengan Konsep Syariah Terbaik Yang Pernah Ada
    Konsep dengan Gaya Modern Bernuansa Islami yang Kekinian
    Alhamdulillah akhirnya kini kami persembahkan, Apartemen Islami yang berdiri di Kawan seluas 6000 M2 di kawasan Sentul city berdampingan dengan Sentul Tower, Setinggi 25 lantai, total unit mencapai 1000 unit persembahan Hasanah land grup.
    TAK ADA YANG TAK MUNGKIN
    Kami bangun Hasanah Tower dengan Masjid melayangnya di atas tower dengan tinggi 25 lantai.
    menjadikan Hasanh Tower kebanggana umat muslim khususnya penghuninya, bahkan bisa jadi ini akan di jadikan destinasi Wisata bagi warga Hasanah tower.
    View alam nan indah menghiasi sekelilingnya, dilengkapi berbagai Fasilaitas terlengkap yang pernah ada yaitu
    – Rumah Thafizd
    – Kolam Renang terpisah Ikhwan & Akhwat
    – Ma’had Yatim
    – Kios
    – Sport Center
    – Keamanan 24 jam dan CCTV
    – Kids Center
    – Masjid Ja’mi
    – Internet Access
    – Access Card
    – Food Court
    – Mini Market
    – Car Parking
    – Joging Track
    Hasanah Tower di banguan bukan hanya sekedar Hunian semata, melainkan kami bangun dengan konsep syariah, insyaallah Hunian yang Akan membawa keselamatan dunia dan Akherat. Mengapa tidak ? Konsep syariah Tanpa Bank adalan konsep murni 100% syariah. Keunggulan yang akan membawa kebaikan di Akhirat yaitu
    – Tanpa Pendanaan Bank
    – Tanpa BI Checking
    – Tanpa Bunga Riba
    – Tanpa Denda
    – Tanpa Sita
    – Tanpa Pinalti
    – Tanpa Akad Batil
    – Tanpa Ribet
    Investasi Dunia Akhirat Pembawa keberkahan untuk umat, Raih berbagai manfaat Lahir dan batin dengan memiliki Unit impian umat muslim yang tetap mengikuti perkembangan Zaman.
    Kami Menyediakan 2 tipe unit Pilihan
    1. Tipe Studio Semi Furnish harga mulai 290jtan
    2. Tipe 2 BR (beedroom) Semi Furnish Harga mulai 300jtan
    Kami akan mengadakan Gathering untuk semua peminat yang menginginankan Ketentraman Dunia Akhirat dgn mmeilikai hunian Nyaman dan penuh Energi Positif.
    Untuk Info lengkap silahkan Menghubungi Agent Marketing kami yang Soleh dan Solehah.
    NB. – Kami berikan Harga Khusus bagi Peminat yang hadir di Acara Gathering
    – Bonus Umroh dan Tur keluar Negri
    HADIRILAH!
    GATHERING HASANAH TOWER, SENTUL BOGOR
    SABTU, 15 JULI 2017
    WAKTU DAN TEMPAT (0857-2292-5437)

    https://www.facebook.com/pg/Hasanah-Tower-750816858430669/posts/?ref=page_internal

    Salam Hangat,
    Sukses Berkah Melimpah