11039047_1039273832751302_7723079267826427354_nJANGAN sebut Anton jika ia mau begitu saja menyerah oleh cobaan, pria romantis ini sudah menanamkan prnsip ‘Saat oranglain mengatakan untuk menyerah, saya tetap akan mencoba lagi’. Filosofinya itu ia tunjukan pasca gu­gur di 10 besarMasterChef Indonesia Season 4 di salah satu stasiun swasta Indonesia.

Oleh : Latifa Fitria
[email protected]

Berperawakan besar, kekar berotot layaknya potongan seorang binaragawan. Siapapun yang melihat tak akan me­nyangka Anton adalah seorang yang ahli di­dalam bidang kuliner. Perawakannya yang kek­ar, pria bernama lengkap Antonius Henri Adiguna ini dijuluki ‘gorila’ oleh kedua anaknya. Kini ju­lukan anaknya dijadikan nama produk sambal terasi buatannya, yakni Sambal Terasi Gorila.

Awalnya Anton dan istrinya, Maria mem­buka usaha Ayam Bakar Medan. Selama satu ta­hun ia merintis usaha ternyata tidak berjalan mulus, berbagai kerikil dan cobaan kerap menghadang semangat kedua pasangan suami istri ini. Sampai akh­irnya Anton dan Maria memutuskan untuk tidak lagi berjualan dikios yang sudah dikontraknya selama setahun itu juga.

Baca Juga :  Begal Kembali Beraksi di Bogor, Polisi Kejar Pelaku

“Tiba-tiba pemi­lik sewanya mematok harga sewa kios dua kali lipat, kami sadar kemampuan ekonomi kami belum sanggup untuk membayar kios, dengan kondisi luas kios yang sangat ke­cil, bahkan tidak ada dapurnya. Jadi selama satu tahun kami men­gandalkan delivery dibandingkan yang datang ke kios dan makan disana, karena tidak ada dapurnya,” terangnya.

Setelah berhenti berjualan di kios, Anton masih optimis berjualan ayam bakar medannya itu di rumah, namun entah mengapa jus­tru langganan-langganannya lebih menyukai sambal dari ayam bakar buatannya. Anton memang tak main-main dengan kualitas, ia menggunakan tiga je­nis cabai kualitas baik dan terasi yang asli ia tarik dari Medan.

”Kebanyakan malah minta sam­balnya yang bantak, sampai ada te­man yang menganjurkan saya untuk memasarkan sambal terasi buatan saya ini. Malah dia juga memesan sambal saya untuk diantar ke salah satu saudaranya di Amerika, karena pernah mencoba dan ketagihan,” tuturnya.

Baca Juga :  Akibat Hujan Deras, Ponpes Assyzahu Tangerang Diterjang Longsor

Semakin kesini, respon pelanggan justru lebih berminat dengan sambalnya. Hingga ia memu­tuskan untuk ber­henti berjualan ayam bakar dan beralih berjua­lan sambal terasi, uniknya nama sambal brand Anton ini cu­kup menggelitik. Ternyata ia meng­gunakan julukan kedua anakanya yang kerap mele­deknya ia seperti gorila.

“Awalnya saya bingun ini sambal mau dikasih nama apa, kemudian saya ingat anak-anak saya sering meledek saya mirip gorila. Jadi, saya pakai saja julukan dari anak-anak saya,” ungkapnya sam­bil tertawa geli.

Empat bulan ia beru­saha bangkit dari keter­purukan dengan sambal karyanya ini, ternyata jauh membuahkan ha­sil. Bahkan Anton serta Maria tak perlu banyak membuang waktu un­tuk menutup modalnya. Dengan mem­bandrol harga satu sambal Rp 25.000, mereka mampu menghabiskan 40 botol sambal.”Bisa kebayang kan berap keun­tungan yang saya dapat?” pungkasnya.