Mercedes-Lewis-Hamilton-celebrates-becoming-World-ChampionPembalap Lewis Hamilton sempat kecewa dengan keputusan otoritas tertinggi Formula 1 (F1), FIA yang sempat menginvestigasi kemenangannya di GP Italia akhir pekan lalu, yang dinilai curang.

Oleh : IMAM BACHTIAR
[email protected]

Namun pembalap asal Ing­gris itu menegaskan bah­wa kemenangan yang dia raih bukan karena tekan­an ban.

Pembalap asal Inggris itu harus menjalani penyelidikan selama be­berapa jam karena diduga menyalahi aturan tekanan ban paling minimum.

Sisi belakang ban kiri mobil 44 (Hamilton) berada 0,3 psi di bawah ke­tentuan dan ukuran tekanan ban mini­mal sebesar 19,5 psi.

Setelah menjalani pemeriksaan pembalap berusia 30 tahun itu akh­irnya resmi dinyatakan sebagai juara di GP Italia yang diadakan di Sirkuit Monza.

Hamilton menilai kemenangan ketujuhnya dalam musim ini bukan semata karena ban, tapi kerja keras timnya dalam beberapa tahun terakhir.

Formula 1 itu kata dia mengenai berpacu dengan maksimal. Setiap driver dan setiap mobil di sini, ada ba­tas dalam banyak hal, bobot dan segala macam, hal ini kadang salah dalam penilaian minimal dan Itu sangat me­malukan.

Tapi, jelas itu bukan alasan men­gapa kami menang hari ini. Kami menang karena kami yang tercepat,” kata Hamilton seperti diberitakan Planet F1, Senin (7/9/2015).

“Saya harus berterima kasih ke­pada tim saya atas performa saya hari ini. Mereka melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam dua tahun terakhir dan saya rasa ucapan terima kasih ti­dak cukup. Mereka secara konstan fokus pada detail dan pengembangan yang sudah mereka lakukan,” terang­nya.

Sementara itu, bos Tim Mercedes, Toto Wolff, angkat bicara. Ia men­gatakan, segala sesuatu tentang ban, terutama soal tekanan, Mercedes se­lalu menerapkannya sesuai prosedur dari Pirelli.

Bahkan ketika mengambil ban yang akan digunakan, ada pihak Pire­lli yang selalu mendampingi tim. Tak terkecuali saat Grand Prix (GP) Italia. Tidak ada masalah tekanan ban yang digunakan oleh duo pembalap Mer­cedes, Hamilton dan Nico Rosberg.

“Kami mengikuti prosedur yang dijalankan Pirelli, memilih ban dan memeriksa tekanan dengan Pirelli. Jadi, selalu ada orang Pirelli dengan kami, dan tekanan itu jauh di atas minimum, karena keselamatan adalah penting bagi kami!” terang Wolff kepa­da situs resmi Formula One (F1), Senin (7/9/2015).

Timnya menempatkan ban pada mobil dan untuk alasan apa pun. Mungkin salah satu ban didinginkan, jadi tekanan yang berbeda ditemukan pada salah satu ban.

“Di sini ada perbedaan yang sangat kecil! Saya tidak tahu apa yang terjadi kemudian, apakah itu tidak bekerja sesuai prosedur atau itu terlepas dari pantauan kami,” tegasnya.

Sebelumnya FIA mengonfirmasi kalau ada sinyal tekanan ban di ban belakang sisi kiri mobil Hamilton yaitu memiliki tekanan lebih rendah sekira 0,3 psi dari 19,5 psi (ukuran standar).

Wolff baru menyadari soal tekanan ban mobil Hamilton sekira 15 menit. Saat itu, ia diberi tahu oleh steward bahwa ban pembalapnya sedang dis­elidiki.

“Saya menyadari sekira 10 atau 15 menit sebelum (lomba) berakhir. Keti­ka itu kami mendapat informasi dari steward bahwa tekanan ban pada mobil kami sedang diselidiki. Itu saja informasi, tidak ada yang lain,” terangnya. (*)