BTM-(2)Keberadaan prostitusi pelajar di kawasan foodcourt milik Bogor Trade Mal (BTM) menjadi perhatian serius DPRD Kota Bogor. Komisi D DPRD Kota Bogor berencana membabat habis seluruh praktik prostitusi di foodcourt mal terbesar di Bogor itu.

Oleh :Guntur Eko Wicaksono| Yuska Apitya
[email protected] yahoo .com

Anggota Komisi D DPRD Kota Bogor, Mulyadi, mengaku kecewa den­gan lambannya sikap Pemkot Bogor dalam menyikapi persoalan prostitusi pe­lajar di dalam foodcourt. “Rabu be­sok kami sidak ke lokasi. Kami akan tinjau dan lakukan pengecekan. Jika memang banyak temuan, kami mer­ekomendasi agar foodcourt ditutup saja,” kata Politikus Demokrat itu.

Warga asli Bogor ini juga mera­sa tercoreng dengan pembiaran yang dilakukan manajemen BTM. “Investor yang datang ke Bogor harus menghargai pribumi sini. Jangan mentang-mentang punya duit berlaku seenaknya. Bogor itu punya martabat yang harus dijun­jung. Saya sebagai warga Bogor asli merasa tercemar,” kata dia.

Baca Juga :  Sempat Dinyatakan Hilang, Lansia di Bogor Ditemukan Meninggal di Jalur Rel Ganda

Terpisah, Kepala Dewan Pendi­dikan, Apendi Arsyad mengatakan, manajemen BTM seharusnya tidak menutup mata perkara prostitusi pelajar yang ada di lingkungan food­courtnya. “Seharusnya pihak BTM turut membantu program pemer­intah terutama dalam bidang pen­didikan dan jangan menutup mata karena ini masuknya sangsi sosial dan moral,” bebernya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Bogor Kota, AKP Hendrawan Agus­tian Nugraha, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti penjualan prostitusi pelajar yang ada di food­court BTM. “Kami akan lakukan pe­nyelidikan kesana menindaklanjuti adanya laporan seperti ini,” ujarnya.

Hendrawan juga mengatakan akan membentuk tim gabungan yang terdiri dari intel dan reskrim. “Ya, kami akan bentuk tim khusus dan gabungan untuk penyelidikan dan penangkapan,” tegasnya.

Baca Juga :  Bima Arya Dukung Reformasi Perlindungan Sosial Bagi Warga Miskin

Soal keberadaan prostitusi pe­lajar ini, Manager Marketing dan Komunikasi Mal BTM, Sharon Ve­brilla, menampik. “Saya ingin klari­fikasi berita, karena dengan adanya berita seperti ini tenant-tenant saya pada kabur. Prostitusi yang mana, silahkan dicek. Setahu saya kalau nongkrong biasa memang banyak, tapi kan tidak tahu apakah mer­eka melakukan transaksi prostitusi atau tidak. Namanya juga tempat umum,” kata dia.

Terpisah, Kasatpol PP Kota Bo­gor, Eko Prabowo, menegaskan, sidak akan dilakukan bersamaan dengan tim dari DPRD Kota Bogor, Disdik Kota Bogor dan Inspektorat Kota Bogor. “Kami koordinasikan dengan lembaga lainnya. Kalau un­tuk prostitusi, kami sedang menung­gu hasil investigasi di lapangan,” kata dia. (*)