alfian mujani 240KEBESARAN jiwa itu diukur dengan seberapa lurus dan adil dia dalam me­nyelesaikan masalah kehidupannya. Bu­kan dengan sebera­pa kali dia menang dalam memperde­batkan masalah ke­hidupannya.

Kekaguman dan penghormatan pada akhirnya hanya untuk mereka yang lurus dan adil. Jangan bangga ketika banyak orang membungkukan badan di depan kita di saat kita berkuasa. Bisa jadi, tubuh-tubuh membungkut itu berubah tegak menantang ketika kita jatuh dan tak lagi berkuasa.

Kehidupan mengajarkan bahwa banyak orang mulia atau menganggap diri mulia justru kehadirannya cibiran dan digunjing banyak orang. Banyak orang biasa-biasa saja, yang karena lurus dan kebaikannya, justru ditaati dengan sempurna. Lihatlah muadzin, semua mengikuti kalimat panggilannya untuk kemudian datang mendekat kepadanya, wa­lau dia adalah orang biasa-biasa saja. (*)