A1-09092015-PDAM,-okeBOGOR, TODAY — Upaya PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dalam me­ringankan beban masyarakat yang kesulitan air bersih akibat kemarau panjang, masih terus berlanjut. Hing­ga Selasa (8/9/2015) perusahaan air minum milik Pemkot Bogor ini sudah menggelontorkan 521.000 liter air bersih gratis kepada ribuan warga Kota Bogor korban kekeringan.

Data yang dihimpun menyebut­kan, PDAM Tirta Pakuan di bawah komando Dirut HM Untung Kur­niadi ini, telah memasok 246.000 liter air bersih melalui tangki air, dan 275.000 liter melalui pipa dinas yang airnya dit­ampung di Tangki Air Hidrant Umum (TAHU).

Bantuan air bersih diberikan kepada ri­buan warga di empat kecamatan terdampak kekeringan paling parah, yakni Kecamatan Bogor Barat, Bogor Selatan, Bogor Utara, bahkan hingga ke wilayah Kecamatan Carin­gin Kabupaten Bogor. Selama musim kema­rau, Juli hingga September 2015, sejumlah wilayah mendapat pasokan air bersih dari PDAM Tirta Pakuan.

Sejumlah darah terdampak paling serius dan rutin digelontor air bersih antara lain Ke­lurahan Bubulak, Situ Gede dan Balumbang Jaya di Kecamatan Bogor Barat, Tegal Gundil Bogor Utara, Kampung Limus Nunggal Desa Cikereteg dan Ciherang Pondok Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor. ‘’Daeah ini secara rutin setiap hari kami kirim air bersih,’’ kata Dirut PDAM Tirta Pakuan HM Untung Kurnia­di, Selasa (8/9/2015).

Untung menyatakan, bantuan air ber­sih gratis ini merupakan bentuk kepedulian Pemkot Bogor dan PDAM Tirta Pakuan ter­hadap masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Kemarau yang me­landa tanah air, termasuk Kota Bogor sejak awal bulan puasa lalu membuat ketersediaan air bersih di beberapa titik berkurang tajam.

Khusus untuk Kampung Limus Nunggal, PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tetap men­suplai air, kendati kawasan tersebut masuk wilayah administratif Kabupaten Bogor. Ban­tuan itu diberikan sebagai bentuk kepedulian dan atas dasar kemanusiaan. Apalagi bangu­nan intake PDAM Tirta Pakuan berada di lokasi warga yang dilanda kekeringan. “Warga se­tempat mengajukan permohonan bantuan air, setelah mempertimbangkan keberadaan ban­gunan PDAM, dan atas dasar kemanuasiaan, maka kita kirimkan bantuan itu,” kata Untung.

Baca Juga :  Bus Pariwisata di Bogor Menjadi Sasaran Pelemparan Batu, Polisi Buru Pelaku

Tindakan PDAM Tirta Pakuan mengir­imkan bantuan air bagi warga terkena dam­pak kekeringan diapresiasi masyarakat luas. Ramdhani Sanjaya (33), warga Tegal Gundil mengaku senang lantaran tangki bantuan tersebut datang tepat di saat ia dan warga lain tengah antre berjam-jam di sumber mata air Kampung Anyar. “Alhamdulillah, akhirnya ada yang membantu kami. Sudah lima bulan kami menderita kesulitan air seperti ini. Teri­ma kasih. Air akan dipergunakan untuk kebu­tuhan mandi dan minum,” katanya.

Lurah Situ Gede HM Junaedi mengucap­kan terima kasih kepada PDAM Tirta Pakuan yang dengan cepat mengirimkan bantuan tangki air siap minum itu. Dia menjelaskan, dua bulan ini warganya kesulitan mendapat­kan air bersih karena sumurnya kering. “Se­benarnya daerah Situ Gede itu daerah yang mudah mendapatkan air. Banyak mata air di sini. Tapi entah kenapa beberapa minggu ini air bersih sulit sekali muncul di sini,” kata Junaedi.

Di tempat lain Ketua RW 04 Kelurahan Balumbang Jaya Suharna juga mengucapkan terima kasih kepada PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor atas bantuan tangki portable yang di­pasang pada Minggu (6/9/2015) lalu. Menu­rutnya, bantuan ini sangat berguna bagi 800-an KK di wilayahnya yang kesulitan air bersih.

“Terima kasih kepada Pak Dirut PDAM atas aksi cepatnya. Warga kami benar-benar terbantu. Bahkan ada warga dari daerah lain yang merasa iri karena pelayanan PDAM Kota Bogor sangat cepat,” kata Suharna.

Baca Juga :  CCTV Rekam Aksi Maling Gasak Motor di Tamansari Jakbar

Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Sopian Ali Agam juga mengapresiasi aksi cepat tanggap PDAM Tirta Pakuan dalam memberikan ban­tuan kepada warga korban kekeringan. “Salut kepada PDAM Tirta Pakuan yang peka dan telah bertindak cepat merespon permintaan korban kekeringan. Sebagai BUMD milik Pem­kot Bogor, sudah selayaknya PDAM berada di garda terdepan dalam membantu warga yang menjadi korban kekeringan,” kata Sopian.

Walikota Bogor Bima Arya puas dengan langkah yang dijalankan PDAM Tirta Pakuan untuk membantu warga yang mengalami kekeringan air bersih. “Warga butuh air untuk makan dan minum. Pasokan air dari PDAM sebanyak 9.000 liter perhari bisa membantu mereka. Ini bagus. Saya minta supaya terus dimonitor, serta koordinasi antara kelurahan, kecamatan dan PDAM,” beber Bima.

Apresiasi juga datang dari pada tokoh partai politik. Ketua DPC PDIP Kota Bogor Dadang Iskandar Danubrata mengatakan, merasa terbantu dengan bantuan PDAM atas warga RW 2 Kampung Cilubang Tonggoh dan RW 4 Kampung Cilubang Naggrak.

“Kami sangat mengapresiasi kerja sama dan support dari Pemkot Bogor melalui wa­likota Bima Arya dan Dirut PDAM Bapak Un­tung Kurniadi yang langsung merespons dan mengirimkan air ke warga yang membutuh­kan,” kata Dadang.

Ketua DPC PPP Kota Bogor Andi Surya Wijaya menilai, kinerja PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dalam penanganan kekeringan di Kota Hujan cukup mengesankan. Bantuan tangki air dan tangki portable jadi salah satu cara praktis untuk mengatasi masalah air ber­sih yang dialami warga Kota Bogor.

“Kinerjanya PDAM sekarang sangat ba­gus. Mereka dengan cepat mengirimkan ban­tuan tangki air dan memasang tangki porta­ble di beberapa tempat. Ini bagus. Ini sangat layak diapresiasi,” kata dia

(Apriyadi Hidayat)