badai-pasir-di-riyadh-arab-saudi-_150909091330-125JEDDAH, TODAY — Badai besar menerpa Jeddah sejak Selasa(8/9/2015) sore hingga dinihari kemarin. Bencana ini menyebabkan jadwal penerbangan terganggu. Walau situasi sudah normal, bekas badai kemarin masih terlihat pagi ini.

Akibat badai pasir yang melanda Kota Makkah dan Jeddah, penerbangan di Bandara King Abdul Aziz, sempat terganggu. Bahkan satu pesawat Garuda yang men­gangkut jamaah haji Indonesia dialih­kan penerbangannya ke Madinah.

Badai pasir ini terlihat dari Masjidil Haram, angin bertiup kencang dan men­erbangkan barang-barang kecil seperti plastik ke angkasa. Pembatas jalan yang terbuat dari besi dan plastik terjatuh atau tertiup hingga menghalangi jalan.

Orang-orang menutup mulut dan wajah mereka untuk melindungi diri dari terpaan pasir. Pengemudi men­gurangi kecepatannya karena terpaan angin membuat keseimbangan mobil terganggu.

“Perlindungan tentu pada dasarnya sedapat mungkin menghindar dari tem­pat atau area badai pasir yang sedang terjadi. Atau menunggu sampai badain­ya berhenti dan baru ke luar rumah atau bangunan,” pesan Prof Tjandra.

Badai pasir ternyata tidak hanya mengganggu penerbangan haji Garuda Indonesia dengan nomor flight GA 7274 saja. Penerbangan haji Indonesia yang menggunakan Saudi Airlines SV 2505 yang membawa penumpang kloter 42 dari Surabaya juga dialihkan.

Baca Juga :  Diduga Dendam dengan Perusahaan, Alfamart di Senen Dirampok

“Ada dua pesawat, yakni JKG 27 dan SUB 42 yang terpaksa dialihkan ke Ban­dara Madinah,” kata Kepala Daerah Kerja Bandara Jeddah-Madinah PPIH Arab Sau­di Nurul Badruttamam kepada Tim MCH di Jeddah, Arab Saudi, Rabu (9/9/2015).

Kedua penerbangan itu sudah mendarat di Jeddah dengan selamat semalam. Namun tiga orang penump­ang mendapatkan perawatan khusus karena pekatnya pasir yang melingkupi Bandara King Abdul Aziz di Jeddah. “Ketiganya ada riwayat penyakit asma dan paru-paru kronis, sehingga harus mendapatkan perawatan,” ujar Agung.

Setelah diberikan injeksi, infu­san, dan obat respirasi, ketiga jamaah tersebut langsung bergabung kembali bersama rombongan satu kloternya. Setelah itu, prosesi miqat di bandara lalu perjalanan ke Makkah berjalan dengan baik. “Jemaah langsung dibagi­kan masker, air minum, dan dibimbing untuk persiapan berihram. Sampai bus, langsung kami berikan makanan,” ujar Kepala Seksi Perlindungan Jamaah Da­ker Bandara Jeddah-Madinah AKBP Ja­jang Hasan Basri.

Baca Juga :  Favehotel Padjajaran Bogor Tambah Layanan Hiburan TV On-Demand Untuk Para Tamu

Siaga Badai Pasir

Arab Saudi dan negara Timur Tengah lainnya saat ini tengah dilanda badai pasir. Kondisi ini mengancam ke­sehatan jamaah haji.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI, Prof Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE, mengatakan, sampai sekarang belum ada data ilmiah tentang dampak yang terjadi di Saudi Arabia. Namun, berdasarkan penelitian tentang badai-badai pasir di tempat lain dan di waktu-waktu yang lalu, ada dua hal yang bisa disampaikan.

“Kandungan badai pasir dapat berupa partikel padat, toxin, virus atau bakteri, serta bahan lain seperti sulfur, logam berat, karbon monoksida dan mungkin juga bahan pestisida,” kata Prof Tjandra dalam keterangan tertulis­nya kepada wartawan, Rabu (9/9/2015).

Nah, data berbagai negara, lanjut Prof Tjandra, menunjukkan keluhan yang mungkin timbul akibat badai pasir antara lain berupa batuk, pilek, kelu­han mengi, serangan asma akut, iritasi mata, sakit kepala, nyeri badan, gang­guan tidur, dan gangguan psikologis.

(Yuska Apitya Aji)