Untitled-6BOGOR, TODAY – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor ingin menjadikan susu sapi murni sebagai salah satu produk unggulan.

Memiliki kawasan puncak yang cocok untuk beternak sapi, diyakini Bumi Tegar Beriman mampu bersaing dalam pasar bebas ASEAN di sektor susu sapi murni.

“Kan MEA akhir tahun ini sudah efektif berjalan. Nah Kabupaten Bogor, dengan penduduk 5,3 juta harus memiliki peran disana. Nah sektor hewan ternak ini juga salah satu yang cukup menjanjikan,” ungkap Bupati Bogor, Nurhayanti disela kunjungannya ke peternakan sapi Tri’s Ranch, Tapos, Ciawi.

Menurutnya, untuk bersaing di pasar bebas ASEAN dan menjadi kabupaten termaju di Indonesia, harus menonjol dalam beberapa sektor. Seperti pendidi­kan, kesehatan, kemiskinan dan lapan­gan pekerjaan yang memadai.

Baca Juga :  4 orang Tersangka Perampokan Sekolah Dicokok Polres Bogor

“Salah satunya ya ditunjang dengan mengonsumsi susu. Kan pekerjaan bisa didapat dengan mudah jika memiliki pen­didikan dan intelejensia yang tinggi. Susu itu kan bisa membuat kita pintar, nah jadinya lapangan pekerjaan yang lebih luas pun bisa datang,” tambahnya.

Di tempat yang sama, koordinator Tri’s Ranch, Made Soewedcha mengung­kapkan, untuk saat ini, peternakan yang terletak di Desa Cibedug itu baru mampu memproduksi 5.000 ton susu perhari.

Sementara kebutuhan susu ditingkat nasional berkisar diangka 4,2 juta liter perharinya.

“Kalau kebutuhan susu di Kabupaten Bogor, berkisar 6.000 hingga 7.000 liter perhari. Jadi ini masih kurang. Makanya, saya minta Bupati untuk lebih mem­perhatikan peternakan ini. Terutama di sektor teknologi pemerahan supaya bisa lebih cepat. Karena sekarang masih semi otomatis,” ungkapnya.

Baca Juga :  Protes Jalan Rusak, Warga Bogor Tanam Pohon Pisang

Made menambahkan, sapi yang sudah bisa diambil susunya harus yang beru­sia minimal tiga tahun. “Jadi, kalau mau diambil susunya, sapi yang berumur 18 bulan, dikawinkan dulu. Setelah mela­hirkan, dua bulan kemudian baru bisa diperah. Sapi tersebut bisa menghasilkan susu terus menerus selama 305 hari,” tu­turnya.

Di Tri’s Ranch ini, sapi-sapi yang diter­nakkan dominan merupakan sapi perah. Sementara untuk sapi pedaging, hanya menggunakan sapi-sapi jantan. “Jadi metodenya begini, sapi perah jika dika­winkan itu kan kadang melahirkan pejan­tan, nah pejantan itu, kami kirim ketem­pat lain untuk dibesarkan baru kami jual. Karena sapi jantan hanya bisa menghasil­kan kotoran dan daging saja,” pungkas Made.

(Rishad Noviansyah)