btmKomisi D DPRD Kota Bogor akhirnya menepati janjinya untuk mengecek keberadaan prostitusi pelajar di Bogor Trade Mal (BTM), kemarin. Namun agenda sidak berubah jadi agenda peringas-peringis dan ajang cipika-cipiki. Malahan legislator bidang pendidikan itu berselfie ria dan mengabadikan foto bersama dengan manajemen mal.

Oleh :Guntur Eko Wicaksono|Yuska
[email protected] yahoo .com

Situasi BTM kemarin tak seperti biasanya. Penjagaan dan pen­gawasan tiba-tiba di­perketat menyusul kedatangan anggota legislatif. Mal beralamat di Jalan Djuanda Nomor 68, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah itu di­jaga ketat oleh satpam khusus. Kawasan foodcourt mal yang biasanya tak dijaga ketat juga mengalami perubahan drastis, kemarin.

Usai inspeksi, Ketua Komisi D DPRD Kota Bogor, Ujang Su­gandi, mengaku, tak menemu­kan praktik prostitusi pelajar. Namun, ia tak menjamin total. “Saat kita kroscek langsung me­mang tidak menemukan indika­si. Tapi, kami tak bisa menjamin total apakah memang bersih dari isu seperti itu. Kami meminta manajemen BTM meningkatkan pengawasan dan menggandeng media massa,” kata dia.

Baca Juga :  KORMI Kota Bogor Raih 9 Juara di 5 Inorga pada Pembukaan FORPROV ke 4 Tahun 2022

Terpisah, Manager Mar­keting dan Komunikasi BTM, Sharon Vebrilla, mengakui, pi­haknya sudah melakukan pen­gawasan dari mulai pintu depan hingga foodcourt lantai 3 tem­pat makan dan nongkrong para pengunjung. “Kami sudah se­diakan petugas keamanan yang selalu memantau, termasuk di foodcourt juga disediakan meja petugas yang selalu stand by,” jelasnya.

Sharon, menambahkan, pi­haknya juga sudah memberlaku­kan larangan bagi pelajar masuk mal pada jam sekolah, kecuali yang didampingi para orang tu­anya. “Kami buka sekitar pukul 09.00 WIB, kalau ada siswa ber­seragam mau masuk pada jam sekolah, petugas dari pintu juga pasti larang, kecuali dia (anak sekolah-red) datang didampingi orang tuanya, berarti keperluan­nya jelas mau membeli kebutu­han,” jelasnya.

Baca Juga :  Bapenda Optimis PAD Kota Bogor Meningkat Saat Diberlakukan UU HKPD

Lebih lanjut, Sharon juga mengatakan pihaknya juga berencana untuk menambah fasilitas pengamanan tambahan. “Kami akan menambah fasilitas berupa CCTV untuk kenyaman­an tenant dan pengunjung,” be­bernya.

Sementara itu, Ketua Ger­akan Pemuda Sehat Kota Bogor, Tigar Sugiri, mendesak agar prostitusi pelajar di BTM men­jadi perhatian serius. “Kami masih melihat banyak pelajar wanita merokok di foodcourt. Seharusnya ini ada tindak lanjut atau sanksi. Jangan kecolongan seperti saat ini. Namanya ins­peksi itu harus ada hasil temuan, jangan hanya sekedar basa-basi silaturahmi. Ini tugas bersama karena menyangkut masa depan generasi bangsa,” kata dia. (*)