motogp-2013-australia-phillip-island-mick-doohan-valentino-rossiKeberhasilan Valentino Rossi memenangkan GP Inggris 2015, akhir pekan lalu membuat legenda balap GP500 Mick Doohan, buka suara

Oleh : IMAM BACHTIAR
[email protected]

Menurut penung­gang Honda NSR itu, Rossi akan memenangkan gelar juara dunia ke-10 musim ini.

Doohan yang sukses dengan lima gelar juara dunia menilai Rossi masih cukup tangguh ber­saing merebut gelar juara dunia melawan Jorge Lorenzo dan Marc Marquez kendati usia The Doctor suah tidak muda lagi.

Rossi adalah pembalap tertua di lintasan MotoGP tahun ini den­gan usia 36 tahun.

Bagi Doohan, kodrat perfor­ma fisik menurun ketika manu­sia menjadi tua, belum berlaku untuk Rossi. “Usia tidak meng­halangi Rossi meraih gelar juara dunia,” kata Doohan, dikutip MotoGP, Rabu (2/9/2015).

“Secara fisik Rossi dalam kondisi sangat baik dan pengala­man telah menempatkannya pada posisi tahun ini. Tidak ada alasan Rossi tidak bisa berakhir juara musim ini,” lanjutnya.

Doohan bersama mantan mekaniknya Jerremy Burgess pernah membesut Rossi di ta­hun pertamanya terjun ke ajang GP500. Motor pertama yang me­nyumbang gelar juara bagi Rossi adalah NSR 500cc yang juga mengantarkan Doohan merebut lima gelar juara dunia.

Rossi Stress!

Valentino Rossi mengaku saat ini tengah stress. Ia merasa banyak mendapatkan tekanan jelang digulirkannya GP San Ma­rino yang akan berlangsung akhir pekan ini.

Pemuncak klasemen semen­tara MotoGP 2015 itu mengaku usai mengatasi lintasi basah di Sil­verstone lalu mendapati dirinya harus bisa menjadi juara dunia musim ini. Inilah yang membuat The Doctor sedikit terganggu persiapannya untuk tampil di Misano.

Sembilan kali juara dunia itu sebenarnya tidak terlalu buruk saat tampil di Misano. Tahun lalu ia bisa meraih posisi pertama. Pada 2008 san 2009 ia pun ber­hasil mendulang poin penuh.

Sirkuit terbilang bersahabat dengan Rossi. Pada 2010, Rossi bisa naik podium walau hanya di posisi ketiga dan kembali meraih posisi kedua pada 2012.

Nah, kondisi inilah yang membuat Rossi sedikit ter­tekan. “Kami datang ke Mi­sano dan disitulah saya banyak mendapatkan tekanan, khu­susnya dari para penggemar, teman dan keluarga yang bakal datang menyaksikan. Tapi saya suka dengan banyak lintasan,” papar Rossi dilansir Crash, Rabu (9/9/2015).

Rossi menambahkan ka­lau suasana di Misano san­gat mengesankan dan seperti rumah sendiri. Sebab jaraknya hanya 10 km dari Tavullia. Ta­hun lalu didinya mencapai hasil yang bagus, namun di waktu yang sama Lorenzo juga mem­punyai kecepatan. Jadi ini akan menjadi tekanan baru.

Lalu bagaimana caranya mengatasi tekanan tersebut? “Saya berusaha mengatur situasi dengan langkah yang benar. Ini memang sulit, tapi sangat pent­ing memperoleh tempat di mana saya bisa melakukannya dengan cepat dan Yamaha biasanya lebih kuat,” pungkasnya. (*)