IMG_9885Festival Pencak Silat Bogor Today Cup I – 2015 menjadi ajang bagi para inohong legenda pencak silat Bogor reuni dan unjuk kebolehan jurus sisa-sisa masa keemasannya dahulu

Oleh :Adilla Prasetyo Wibowo
[email protected]

Selain 412 pesilat dari 51 Padepokan Si­lat (PS) di festival berkelas Jawa Barat ( Jabar) ini. Para legenda silat Kota Hujan pun turut unjuk kebolehan di sela-sela acara menjelang pembukaan.

Ketua Pengurus Daerah (PD) Pemuda Panca Marga (PPM) Jawa Barat ( Jabar), Helmi Soetikno mengatakan bahwa pencak silat memiliki po­tensi yang besar dan bisa menjadi magnet pari­wisata yang potensial.

Baca Juga :  Penemuan Mayat Seorang Bocah Magetan di Kubangan Bekas Galian Tambang Pasir

“Maka dari itu kita memberanikan diri menggelar festival pencak silat di tempat kera­maian publik. Jadi pencak silat bisa dikenal lebih luas hingga ke kalangan menengah ke atas,” katanya, Kamis (10/9/2015).

Sementara itu, salah satu inohong pencak silat Bogor yang juga mantan bapak pencak silat dunia, Edy M Nalapraya menekankan bahwa pencak silat menjadi revolusi mental dalam membentuk karakter berbudi luhur. Serta empat urutan ajaran pencak silat.

“Prasetya pencak silat itu ajaran untuk berbudi luhur, beladiri baru kedua, ke­tiga seni, terakhir baru tanding. Disini jadi ajang reuni yah, banyak senior yang tu­run gunung,” kelakarnya.

Baca Juga :  Kerap Banjir Saat Hujan Turun, Petugas Oranye Bersihkan Drainase

Nalapraya juga memaparkan gagas­annya terkait masa depan pencak silat di Indonesia dan dunia internasional. “Menurut saya, untuk revolusi mental, pencak silat masuk kurikulum wajib sekolah dasar. Kemudian Bogor per­lu menyusun database pesilat dan PS menuju ensiklopedia pencaksi­lat,” tuturnya.

“Saya juga tengah menyusun pro­gram pencaksilat road to unesco untuk menelusuri jejak pencaksilat. Soalnya, pencaksi­lat saat ini sudah beredar di 50 negara,” pung­kasnya.