foto-persib-bandung-vs-martapura-fc-piala-presiden-2015-SIM_8104BANDUNG, Today – Mampu me­nyapu bersih laga penyisihan Grup A Piala Presiden, Persib Bandung men­jadi tim superior diantara tim-tim yang melaju ke babak 8 besar.

Maung Bandung menjadi tim yang paling produktif dan menjadi salah satu klub yang masih tanpa kebobo­lan bersama PSM Makassar.

Kini tim kebanggaan bobotoh itu sedang menatap laga 8 besar turna­men gagasan PT Mahaka Sports and Entertainment.

Manajer Persib, Umuh Muchtar, menegaskan kepada punggawa ara­han pelatih Jajang Nurjaman untuk jangan berpuas diri apalagi jumawa. Pasalnya perjalanan Persib masih panjang dengan harus melewati fase 8 besar, semi final dan final.

“Saya sudah sampaikan kepada pe­main jangan jumawa dan minta kepa­da pemain harus merendah. Karena kita belum aman, harus menempuh delapan besar dan berusaha ke empat besar,” tutur Umuh saat ditemui.

Umuh pun menegaskan target Persib di turnamen Piala Presiden adalah juara. Melihat materi pemain yang mumpuni dan mayoritas adalah para pemain yang membawa Persib juara Indonesia Super League (ISL) musim 2014, maka sudah sepantasnya jika manajemen menargetkan meraih titel nomor satu di turnamen ini.

“Kalau juara baru hebat, di mana-manapun juga kita mengejar untuk jadi juara. Saya merasa belum puas, kalau juara baru puas,” tambah Umuh.

Mahaka bakal menggelontorkan hadiah sebesar Rp 3 miliar untuk juara pertama, Rp 2 miliar untuk runner up dan Rp 1 miliar untuk per­ingkat tiga.

Sebanyak 8 tim kini sudah me­mastikan lolos untuk berjuang mulai 19 September mendatang. Tim-tim tersebut adalah Persib, Persebaya United, Arema Cronus, Sriwijaya FC, Bali United, Mitra Kukar, PSM Makas­sar, dan Pusam Borneo FC.

Dua Poin Penting Dievaluasi

Pelatih Persib Bandung, Jajang Nurjaman, mengingatkan anak asuhnya untuk tidak besar kepala. Pasalnya di fase grup Piala Pres­iden, performa anak asuhnya begitu menawan dengan raihan poin 9, ha­sil dari 3 kemenangan.

Tidak sampai di situ, gelontoran 10 gol membuat Maung Bandung menjadi tim paling bertaring, dit­ambah gawang yang masih perawan.

Hanya saja Janur menegaskan ha­sil ini tidak serta merta mereka akan mudah merengkuh titel juara karena perjalanan masih panjang.

Di balik catatan statistik yang su­perior, Janur melihat masih banyak hal yang wajib dia perbaiki jika tim­nya ingin lebih mengigit.

Menurutnya permutasi dari ber­tahan ke menyerang, begitu juga sebaliknya, masih lambat. Beberapa kali skema serangan balik Persib ga­gal berbuah hasil karena bantuan pe­main lain di lini depan belum sesuai harapan. Alhasil peluang pun men­jadi terbuang.

“Selalu masih ada jarak dan ma­salah dalam transisi, 2 faktor tadi ma­sih perhatian saya,” ujar pelatih ber­lisensi B AFC itu kepada wartawan, Kamis (10/9).

Tidak hanya itu, Persib yang asik membangun serangan pun kerap ke­limpungan saat menerima serangan balik lawan.

Seperti ketika meladeni Martapu­ra FC, ada situasi Laskar Sultan Adam merebut bola di lini tengah yang melakukan counter attack cepat. Di sana tampak hanya duet Vladimir Vujovic-Abdul Rahman menghadapi 3 pemain Martapura. Beruntung ten­dangan Amirul Mukmini bisa diblok Deden Natshir.

“Beberapa kali serangan kita dire­but dan untuk menahan counter at­tack lawan cover kami kurang cepat. Selain itu masih ada celah juga antar pemain kami,” tukasnya.

(Imam/net)