crrop-yang-make-mik-aja-yang-dipake-(Hanafi)BOGOR TODAY – Inventarisasi aset yang dilakukan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kota Bogor, ternyata tak tepat waktu. Hingga kini, mereka tak me­nyetor laporan kinerja sesuai dead­line tempo yang jatuh 31 Agustus 2015.

Inventarisasi aset dilakukan untuk menindak lanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait selisih nilai aset Kota Bogor sebesar Rp 1,24 triliun dengan data yang dimiliki Badan Pengelola Keuanga dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bogor.

Kepala BPKAD Kota Bogor Hanafi mengatakan, untuk inventarisasi se­benarnya sudah selesai, namun di­lanjut untuk menginventarisasi aset di bidang tanah.

Baca Juga :  Tahun Ini Akan Ada Dua GOR yang Akan Berdiri di Kota Bogor Sebagai Janji Kampanye Wali Kota

Hanafi menambahkan, saat ini masih dikompilasi di setiap masing-masing SKPD untuk dilaporkaan ke BPKAD. “Kalau sudah selesai semua nanti dilaporkan ke kami, setelah itu lalu dirapatkan. Kalau nanti selesai prosesnya sudah dirapatkan bari di ekspos oleh masing-masing SKPD,” kata Hanafi kemarin.

Sementara, Sekretaris BP­KAD Pupung Wahyu Purnama yang juga menjabat ketua tim in­ventarisasi mengatakaan, inven­tarisasi dilakukan di 38 SKPD. Menurut Pupung, pada tahap rekon­siliasi OPD yang sudah memenuhi ketentuan berita acara, diantaranya, BPMKB, BKPP, BPKAD, Inspektorat, Kecamatan Bogor Timur, Bogor Ten­gah, Tanah Sareal, Sekretariat Koppri, Bagian Pemerintahan, Bagian Organ­isasi, Bagian Kerjasama, dan Bagian Kemasyarakatan serta Asistem Adm. “Sisanya dikembalikan lagi karena masih belum sesuai antara berita aca­ra dengan etos kerja. Masih ada selisih angka baik jumlah maupun tercatat ganda. Direncanakan hasil inventari­sasi sudah bisa di ekspos oleh masing-masing OPD pada 11 September 2015 di Balaikota,” pungkasnya.

Baca Juga :  KORMI Kota Bogor Raih 9 Juara di 5 Inorga pada Pembukaan FORPROV ke 4 Tahun 2022

(Guntur Eko Wicaksono)