Bisnis-Minuman-Cotton-Drops-e1442019061493Musim kemarau dan cuaca yang tak menentu seperti sekarang, kadang selalu mengundang rasa haus. Untuk menghilangkan rasa haus itu minuman segar selalu menjadi pilihan favorit bagi masyarakat. Dari sini maka tak ayal pangsa pasar minuman ini sepertinya tidak akan pernah ada habisnya, selalu menarik serta menguntungkan untuk dijadkan bisnis. Salah satu bisnis minuman yang kini sedang menjadi populer yaitu adalah Cotton Drops. Minuman unik ini kabarnya bisa menjual lebih dari 200 porsi perhari ini tersebut. Seperti apa?

Oleh : Apriyadi Hidayat
[email protected]

Adalah Alexander Joe dan Felix Timotius, owner Cotton Drops yang memiliki ide menjadikan fanc y drink ini menjadi salah satu minuman dan dessert pal­ing digemari di Jakarta. Saat membuka ge­rai keduanya di Summarecon Mall Bekasi, belum lama ini, Joe Alexander (jojo), salah satu owner Cotton Drops menyatakan bahwa ide menc iptakan Cotton Drops ini pertama kali muncul saat dirinya dan Fe­lix Timotius liburan ke Korea Selatan awal tahun lalu.

Sepulang dari liburan tersebut, ide tersebut langsung dijalankan. Dari ide tersebut, lahirlah sebuah produk den­gan tampilan yang terbilang unik dengan ramuan aneka rasa menarik sebagai pili­han menu Cotton Drops.

Kekuatan pada minuman C otton Drops ini memang terletak pada konsepnya yang terbilang unik. Minuman ini memang tidak seper ti minuman pada biasanya. Keunikan Cotton Drops ini sendiri ada pada benda semac am kapas (permen kapas) yang ada di atas minumannya.

Dari sini seringkali orang menyebut Cotton Drops sebagai minuman yang di­padukan dengan permen kapas atau cot­ton candy. Permen kapas sendiri memang merupakan jajanan lama yang sudah ja­rang sekali ditemui. Tak ayal bila kemudian moto kedai Cotton Drops ini memiliki tag­line “Sense of Nostalgia” yang artinya rasa nostalgia.

Cotton Drops sendiri memiliki tiga varian yaitu flavoured teas, milky fruity tea dan latte. Masing-masing dari minu­man tersebut disajikan dengan botol kaca dan di at asnya dit ambahkan gulali yang menggelembung. Selain tiga menu tadi, Anda juga menikmati variasi lain seperti Choco Banana Latte, sesuai namanya merupakan padu an antara cokelat, pisang, susu dan permen kapas dan Green Tea Latte yang juga merupak­an menu favorit .

Seluruh menu di Cotton Drops ini tidak menggunakan bahan pengawet. Hal ini dilihat dari permen kapasnya yang mu­dah meleleh. Pada minuman ini sendiri bisa ditambah dengan topping karamel, almond, oreo, dan cookies. Harga Cotton Drops ini sendiri adalah mulai dari Rp 26 ribu sampai Rp 33 ribu.

Perkembangan CottonDrops yang ter­bilang cepat ini diakui oleh Felix Timotius bahwa pertumbuhan Cotton Drops ini tidak lepas dari peran media sosial Insta­gram. Media sosial tersebut memang telah menjadi andalan sejak awal untuk menge­nalkan Cotton Drops lebih jauh. Bahkan, pembukaan outlet kedua Cotton Drops pun tak lepas dari peranan media sosial berbasis gambar tersebut.

“Instagram itu luar biasa banget , sangat membantu kita dalam hal pemasarannya. Banyak teman-teman di Instagram yang meminta kami untuk membuka outlet di Bekasi,” ujar Felix. Cotton Drops Bekasi sendiri bukanlah outlet terakhir yang di­buka, Felix dan Jojo yang merupakan kakak-beradik ini renc ananya akan mem­buka satu cabang lagi di Jakarta Pusat atau Selatan.

Salah satu strategi terbaru dalam pema­saran Instagram baru-baru ini juga telah dilakukan sebelum launcing Cotton Drops di bekasi yaitu dengan meluncurkan digital campaign di Instagram bertajuk #CeritaKe­cilku. Melalui campaign tersebut, peng gu­na Instagram bisa berbagi nostalgia masa kecilnya untuk mendapatkan hadiah.

Hasilnya cukup menggembirakan, karena kemudian konsumen di B ekasi me­nyambutnya dengan cukup positif. Hal itu terlihat dari panjangnya antrian pengun­jung saat soft opening dan ramainya ko­mentar dan review positif di media sosial. (MAX)