Foto-HL_B2-SMK-Pesat-AKreditasi-(1)BOGOR, Today – Guna menye­lenggarakan pendidikan berkuali­tas, SMK Informatika Pesat Kota Bogor melaksanakan akreditasi untuk Kompetensi Keahlian Multi­media, 9-10 September lalu. Akre­ditasi ini berhasil mendapat pe­nilaian yang baik dari tim Assessor Provinsi Jawa Barat yang diwakili Nano R. Supratman dan Emon R. Dipraja.

Penilaian tersebut mengacu pada delapan standar, yakni standar isi, proses, kompetensi lulusan, pendidik dan kepen­didikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian. Fasilitas gedung yang representatif juga menambah nilai plus tersendiri. Bahkan, sekolah yang beralamat di Jalan Poras No. 7, Sindangbarang-Loji ini akan diajukan sebagai seko­lah ‘Uji Petik’ yang dicanangkan oleh Provinsi Jawa Barat tingkat Nasional mewakili sekolah swasta lainnya.

Kegiatan ini dibuka oleh Ke­pala Sekolah SM Informatika Pesat, Uun Nurhayati dan diiringi tim paduan suara. Sebelum me­masuki ruangan VIP, para asses­sor asal Kuningan itu dikalungi bunga oleh perwakilan siswa sebagai simbol selamat datang. Mengawali kegiatan, tim asses­sor melakukan visitasi ke labora­torium masing-masing kompe­tensi keahlian yakni Lab. Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), dan Multimedia (MM).

Sebelum melakukan pemeri­kasaan berkas administrasi, tim akreditasi menanyangkan profil sekolah, yang di dalamnya ter­dapat muatan tentang program-program sekolah. Diantaranya program Pesat Methode yang menjadi kurikulum plus di seko­lah ini. Komponen-komponen pelajaran yang termasuk ke dalam Pesat Methode adalah pelaksanaan salat wajib berja­maah, salat sunat dhuha dan taha­jud, tadarus Al-Qur’an, Tahfidz dan BTQ, Hapalan Juz 30, Birrul Walidain, serta pembiasaan infaq shadaqoh. Semua kegiatan seko­lah terangkum dalam penayangan tersebut termasuk kegiatan kuriku­lum dari pemerintah.

Pemeriksanaan berkas akre­ditasi berlangsung satu hari. Se­dangkan di hari berikutnya adalah visit kelas dan pemeriksaan berkas yang harus direvisi pada pertemuan sebelumnya sekaligus menutup keg­iatan akreditasi. “Temuan yang mengagumkan se­lama akreditasi ke be­berapa daerah, yakni sarana dan prasarana, terutama gedung sekolah ini yang megah sehingga keberadaannya tak dira­gukan lagi dan menjadi ni­lai plus untuk keberadaan sekolah ini,” ungkap Nano.

Berbeda dari sekolah lain, pemenuhan adminis­trasi akreditasi di SMK In­formatika Pesat amat baik. Hal ini dibuktikan dengan sedikitnya revisi yang dia­jukan oleh tim assessor. Uun mengaku bangga atas pencapaian ini, apalagi sekolah yang dipimpin­nya itu baru berusia lima tahun. Ia optimis bahwa sekolahnya akan tetap terakreditasi A karena dengan perjuangan dan persiapan tim akreditasi yang sudah matang. “Na­mun semuanya kembali kepada Allah SWT dengan bertawakal dan berserah diri memohon hasil yang terbaik, dengan begitu akan membawa keber­manfaatan bagi semua stakeholder,” tutur Uun.

(Rifky Setiadi)