annas-Kadinsos-(4)Keberadaan prostitusi di kawasan foodcourt milik Bogor Trade Mal (BTM), membuat penasaran Kadinsoskertrans Kota Bogor, Anas Rasmana, Kasatpol PP Kota Bogor, Eko Prabowo dan Kasat Reskrim Polres Bogor Kota, AKP Hendrawan.

Oleh :Guntur Eko Wicaksono
[email protected] yahoo .com

Kasat Reskrim Polres Bogor Kota, AKP Hendrawan, mengatakan pi­haknya masih melakukan penyelidikan ter­kait prostitusi yang ada di ka­wasan foodcourt milik BTM. “Sudah kami taruh anggota. Kami tinggal tunggu laporan dari intel khusus,” ungkap­nya.

Lebih lanjut, Hendrawan mengatakan dirinya akan tu­run langsung ke lapangan un­tuk menyelidiki kasus prosti­tusi ini. “Saya turun langsung ke BTM, nanti akan kita kabari lagi kalau sudah ada hasil,” te­gasnya.

Terpisah, Kadinsosker­trans Kota Bogor, Anas Ras­mana, mengatakan, dirinya akan menyelidiki dan ikut me­nyamar untuk membongkar kasus prostitusi yang ada di BTM. “Ayolah kita sama-sama investigasi kalau ternyata ada dan terbukti langsung kita tangkap,” ujarnya.

Baca Juga :  Tirta Pakuan Temu Pelanggan di Kelurahan Sindang Rasa Bogor Timur Terkait Pelayanan Zona 1

Anas juga mengungkap­kan pihaknya sebenarnya hanya menangkap yang terli­hat secara kasat mata namun tidak menutup kemungkinan pihaknya juga bisa menang­kap yang terselubung. “Se­benarnya kalau yang terse­lubung itu tugas kepolisian dan Satpol PP Kota Bogor, tapi saya juga akan lakukan inves­tigasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasatpol PP Kota Bogor, Eko Prabowo, mengatakan pihaknya masih dalam tahap penyelidikan un­tuk kasus prostitusi yang ada di BTM. “Kami masih lakukan penyelidikan, kami masih tunggu hasilnya dari anggota saya di lapangan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Eko juga mengatakan tidak bisa semba­rangan dalam menuntaskan kasus ini, dikarenakan kesala­han sedikit bisa menjadi fa­tal. “Kalau asal tangkap nanti malah bisa diadukan pence­maran nama baik kan bahaya jadi kita hati-hati tapi pasti kalau sudah lengkap datanya akan kami bungkus dan akan kami tegur pihak BTM dan hotel tempat yang digunakan untuk mesum itu,” tegasnya.

Baca Juga :  Perumda PPJ Matangkan Pembangunan Park and Ride Plaza Bogor

Terpisah, Manager Mar­keting dan Komunikasi BTM, Sharon Vebrilla, mengatakan, pihaknya juga sudah member­lakukan larangan bagi pelajar masuk mal pada jam sekolah, kecuali yang didampingi para orang tuanya. “Kami buka sekitar pukul 09:00 WIB, kalau ada siswa berseragam mau masuk pada jam sekolah, petugas dari pintu juga pasti larang, kecuali dia (anak seko­lah-red) datang didampingi orang tuanya, berarti keper­luannya jelas mau membeli kebutuhan,” jelasnya. (*)