img-bigMenjaga pola hidup sehat dengan makanan atau minuman bergizi tinggi sudah bukan menjadi masalah. Saat ini, sudah banyak produk makanan dan minuman sehat yang ditawarkan untuk asupan gizi yang maksimal. Salah satunya jus organik yang berisi aneka sayuran dan buah yang tinggi serat serta gizi. Para produsen jus organik ini meraup omzet lumayan dari situ.

Oleh : Apriyadi Hidayat
[email protected]

Tren hidup sehat makin banyak dijalani oleh masyarakat teru­tama yang ting gal di perkotaan. Ini memunculkan berbagai bis­nis kuliner sehat yang terkait dengan asupan gizi yang bermanfaat bagi tubuh. Salah satunya yang populer adalah jus organik. Kini, minuman jus sehat tidak hanya sekadar sari buah dicampur air yang bisa diminun, namun berbagai bahan baku alami seperti sayuran serta biji-bijian sarat gizi bisa dijadikan campuran.

Jus ini biasanya berbahan baku buah atau sayuran asli serta tidak menggunakan perasa atau warna buatan atau bahkan gula, sehingga sarat kandungan gizi. Ini tentu menjadi peluang usaha yang gurih, meski kini persaingannya sudah cukup ketat.

Annisa Muliani, pebisnis jus organik yang mengusung brand Foodsaurus mengatakan, tren mengonsumsi jus organik sudah me­ningkat sejak akhir 2014 silam. Biasanya dalam sehari Annisa mampu memproduksi 28 botol per hari dan menghabiskan kurang lebih 180 kg–200 kg buah per bulan. Produk Foodsaurus harus dikonsumsi kurang dari 16 jam agar kandungan gizinya masih maksimal.

Ada lima varian jus organik yang dita­warkan Foodsaurus diantaranya energizing choco yang terdiri dar i campuran pisang, mint, carob dan bengku ang. Kemudian powerful green yang berasal dari campuran kiwi, melon, pir, spirulina dan buah naga dan red rush yang terdiri dari strober i, buah naga merah, bit, pisang, semangka dan selada cos. Ada pula menu juic y orange dan lemonade chia fresca.

Menurut Annisa, jus organik merupakan salah satu jurus jitu untuk diet secara sehat dan alami. “Minum jus organik saat sarapan atau makanan selingan cukup mengenyang­kan sehingga akan mengurangi mengkon­sumsi makanan manis,” jelas Annisa.

Lima varian menu ini dibandrol Rp 25.000 hingga Rp 30.000 per botol. Dia mengaku bisa mengantongi omzet lebih dari Rp 21 juta per bulan dari situ.

Pelaku usaha lainnya adalah Novi yang mengusung brand Dyn­oo’s Organic. Sejak merintis usahanya pada awal Januari 2015, ia melihat perkembangan bisnis jus organik semakin baik . Dalam se­hari Novi mampu memproduksi sebanyak 100 botol Dynoo’s Organic, dengan meng­habiskan kurang lebih 25 kg bu ah-buahan per hari.

Dynoo’s Organic menawarkan var ian menu seperti go green yang berisi apel, bayam dan pir kemudian will u berry me berisi stroberi, anggur dan yoghurt. Kemu­dian cheers me up berisi jeruk, wortel dan apel serta i need breakfast yang ber isi pi­sang, stroberi, oat dan yo gurt dalam botol berukuran 250 ml. “Menu ini berguna bagi kesehatan, baik untuk detox, menjaga daya tahan tubuh dan menjadi pilihan sarapan rendah lemak ,” jelas Novi.

Harga jual mulai dari Rp 20.000−Rp 25.000 per botol. L antaran masih baru, saat ini omzetnya baru sekitar Rp 2,5 juta per bulan. Saat ini pemasaran Dynoo’s Organic baru dilakukan secara online di berbagai media sosial. (KTN)