IMG_9772PERSIKABO Bogor telah sekian lama mati suri. Jajaran pelatih tim berjuluk Laskar Pajajaran itu mulai menyusun strategi untuk kembali menggairahkan skuat mudanya. Menyusul skuat junior yang masih aktif bertanding. Liga tarkam menjadi pilihan sebagai pemanasan

Oleh : Adilla Prasetyo Wibowo

[email protected]

Persatuan Sepakbola Indonesia Kabupaten Bogor (Persikabo) akhirnya terlihat tanda – tanda akan kembali memulai latihan. Setelah hampir seten­gah musim vakum, Laskar Pajajaran itu akan melakukan comeback dan melakukan pertandingan pe­manasan dengan mengikuti Liga Sepakbola Antar Kam­pung (Tarkam).

Pelatih Persikabo, Sairan mengungkapkan bahwa skuat senior asuhannya saat ini masih berstatus dirumah­kan, menunggu hingga ada kejelasan dan kepastian dari pihak manajemen dan kepastian digelarnya kompetisi reguler di Indonesia.

Baca Juga :  KORMI Kota Bogor Raih 9 Juara di 5 Inorga pada Pembukaan FORPROV ke 4 Tahun 2022

“Saat ini mereka masih di rumah, belum ada pe­manggilan secara resmi dari klub. Namun kami mem­punyai pikiran untuk kembali menggelar latihan. Kalau terlalu lama tidak berlatih, kemampuan mereka akan turun drastis. Makanya, kita ikut liga seadanya dulu, Liga Tarkam misalnya,” katanya kepada BOGOR TODAY, Ka­mis (17/9/2015).

Selain itu, Persikabo juga tengah bersiap untuk mera­maikan dan turut serta dalam turnamen tingkat keca­matan dan turnamen Piala Gubernur yang dalam waktu dekat bakal digelar. “Untuk kepastian waktunya sih saya belum tahu. Tapi kabar akan bergulirnya turnamen itu saya sudah dengar. Rencananya Persikabo akan ikut ser­ta,” ujarnya.

Baca Juga :  NPCI Dukung Atlet Paralympic Raih Juara Umum pada Paperda VI Jabar

Untuk para pemain, lanjutnya, mereka terakhir me­nyatakan diri siap bila sewaktu-waktu dipanggil untuk kembali bermain untuk Persikabo. Mereka masih mengu­sung semangat untuk memajukan sepakbola Kabupaten Bogor hingga bisa menjadi barometer persepakbolaan di Jawa Barat (Jabar).

“Semangat seperti ini yang mesti kita jaga. Sangat ja­rang pemain sepakbola yang mau menepikan urusan gaji demi kejayaan tim tempatnya bernaung. Akan sangat di­sayangkan pula kalau tim kebanggan masyarakat Kabu­paten Bogor berakhir menjadi kenangan,” pungkasnya.