IMG_9724KLUB – klub sepakbola yang beradadi kasta Liga Divisi Utamamulai bersiap diri menyongsonglaga Divisi UtamaversiTim Transisi yang kabarnya bakal mulai bergulir awal tahun depan.

Oleh : Adilla Prasetyo Wibowo

[email protected]

Persatuan Sepakbola Indonesia Kabupaten Bogor (Persikabo) yang memilih vakun dari turnamen yang digelar oleh Tim Transisi bentukan Kemen­terian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mulai menunjukkan gelagat untuk kembali mengikuti kompe­tisi Liga Divisi Utama yang bakal dimulai awal tahun de­pan.

Pelatih Persikabo, Sairan mengatakan bahwa tim pelatih Persikabo berinisiatif untuk kembali mengum­pulkan skuat muda tim berjuluk Laskar Pajajaran terse­but dan mulai latihan kembali untuk menyongsong awal musim Liga Divisi Utama tersebut. “Sebagai pemanasan, kita akan mengikuti pertandingan Liga Antar Kampung (Tarkam) dan Piala Gubernur yang sebentar lagi bergu­lir,” katanya.

Baca Juga :  PWI Kota Bogor Berangkatkan 10 Wartawan Dalam Seleksi Porwanas Tingkat Jabar

Nasib yang sama, Persiba Bantul tak ingin terus ber­larut pasca gagal di Piala Kemerdekaan setelah hanya mampu mencapai semifinal. Tim berjuluk Laskar Sultan Agung pun langsung menyonsong persiapan menuju kompetisi Divisi Utama musim depan.

“Kegagalan kami menggapai juara Piala Kemerdekaan menjadi momentum untuk segera bersiap menyosong Divisi Utama,” ungkap Manajer Persiba Endro Sulasto­mo.

Bahkan dalam persiapan ini, ungkap Endro, pihaknya berani menggunakan pemain-pemain lokal Bantul untuk dijadikan prioritas utama mengisi skuat musim depan. “Hasil di Piala Kemerdekaan kami jadikan pembelajaran untuk mengisi skuat musim depan,” imbuh dia.

Menurut Endro, pada turnamen yang dioperatori Tim Transisi bentukan Kemenpora itu, skuat lokal asli belum banyak menunjukkan kelasnya dalam turnamen yang akhirnya dimenangi PSMS Medan tersebut.

Baca Juga :  Sentul Sirkuit Kembali Gelar Ajang Balap Vespa

“Skuat Persinga yang mengalahkan kami di semifinal banyak pemain luar. Kami juga ada beberapa pemain luar, namun kompesisi antara pemain lokal inti dan pela­pis tidak berimbang,” papar dia.

Endro menjelaskan, pada musim mendatang, pi­haknya akan menerap-kan komposisi 70 persen pemain asal DIY khususnya Bantul dan sisanya di-ambilkan dari luar. Langkah ini dilakukan, guna membina talenta-talen­ta muda pemain lokal.

“Musim depan orientasi kami adalah melakukan pem-binaan pemain muda dan produk lokal. Sehingga bila ada turnamen seperti ini, kami tidak perlu pusing lagi mencarinya,” tandas Endro.