20141122_102603_20141121PBSI_HKSS_GreysiaNitya9SEOUL, Today - Indonesia sudah di­pastikan bakal kehilangan gelar Ko­rea Terbuka 2015 dari sektor ganda putra.

Hal ini diketahui setelah Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan tum­bang di perempat final atas pasan­gan tuan rumah Kim Gi Jung/Kim Sa Rang dengan straight gim 17-21, 15-21.

Bertanding di SK Handball Sta­dium, Jumat (18/9/2015), Hendra/ Ahsan awalnya berhasil mengontol permainan Kim/Kim di gim pertama dengan 13-8.

Namun saat pasangan tuan rumah mulai mengejar ketertingga­lan, unggulan kedua Indonesia mu­lai cemas dan terlihat beberapa kali melakukan kesalahan sendiri.

Alhasil, Kim/Kim mampu me­nyamakan kedudukan menjadi 14-14 sebelum akhirnya menutup pertand­ingan dengan 17-21.

Di gim kedua, duet peringkat 14 dunia kembali mempertontonkan permainan apik mereka saat me­ladeni Hendra/Ahsan. Terbukti, tuan rumah mampu unggul dalam perolehan poin 2-9.

Kendati Hendra/Ahsan sempat mengejar ketertinggalan menjadi 11-14, namun juara dunia 2013 itu gagal merebut gim kedua dan per­tandingan akhirnya ditutup dengan kemenangan Kim/Kim 15-21 dalam waktu 29 menit.

Berkat kemenangan ini, Kim/ Kim sukses memperkecil rekor per­temuan melawan Hendra/Ahsan menjadi 2-4. Di pertandingan ter­pisah, Nitya Krishinda Maheswari/ Greysia Polii justru membuat keju­tan dengan mengalahkan unggulan keempat asal China Wang Xiaoli/Yu Yang 21-4, 21-18.

Kemenangan itu didapatkan tak hanya karena Greysia/Nitya yang mampu mengantisipasi permainan lawan. Tapi, juga penguasaan terha­dap kondisi lapangan.

“Kondisi lapangan cukup beran­gin. Pada gim pertama kami berada pada posisi melawan angin yang agak lebih mudah mengontrol bola dibandingkan posisi lapangan sebe­lah,” kata Eng Hian, pelatih ganda putri pelatnas PBSI yang dihubungi detikSport.

Bermain di lapangan ini agak membingungkan karena arah angin terus berubah-ubah. Sepertinya ter­gantung dari permintaan pemain-pemain tuan rumah pada saat akan bertanding.

Di semifinal besok (19/9/2015), Nitya/Greysia akan menghadapi ganda China lainnya, Luo Ying/Luo Yu. Di atas kertas, pasangan kembar itu mempunyai peringkat lebih sip dengan ada di urutan kedua dunia.

“Besok kami lihat kondisi angin di lapangan seperti apa. Tapi untuk strategi pada lapangan normal kami sudah siapkan,” jelas dia.

(Imam/net)