20141006_145209_20141006_selfie_hajiMAKKAH, TODAY — Wukuf di Padang Arafah merupakan kegiatan utama dalam ibadah haji. Karena itu, jamaah haji ketika wukuf sebai­knya berdiam, berdoa, dan bermunajat kepa­da Allah untuk memahami eksistensi diri.

“Banyak memahami tentang dirinya, apa yang sudah dilakukannya, banyak berdoa untuk dirinya. Artinya melakukan muhasabah,” kata Kepala Bi­dang Bimbingan Ibadah dan Pengawasan Kelom­pok Bimbingan Ibadah Haji Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (KBIH-PPIH) Arab Saudi Ali Rokhmad, di Kantor Daerah Kerja Mekah, Arab Saudi, Me­kah, Arab Saudi, kemarin.

Ali menjelaskan, muhasabah berasal dari kata hasiba yahsabu hisab. Secara etimologi, artinya melakukan perhitungan. Dalam terminologi syar’i, makna muhasabah adalah sebuah upaya evalu­asi diri terhadap kebaikan dan keburukan dalam semua aspeknya.

Menurut Ali, begitu pentingnya wu­kuf saat puncak ibadah haji. Maka itu dia mengimbau kepada para jamaah haji Indo­nesia, agar benar-benar memanfaatkan ke­giatan ini untuk beribadah dengan khusyuk. “Di sana jangan banyak digunakan untuk si­lahturahmi jalan-jalan, apalagi dari aspek ke­sehatan. (Jamaah) sering terlihat malah me­naiki gunung Jabal Rahman atau sekadar foto selfie,” imbau dia.

Baca Juga :  Ditendang Suami Nasabah yang Menunggak Iuran Pinjaman Koperasi, Gigi Penagih Utang Copot

Ali memaparkan, pada 8 Dzulhijah, pukul 10.00 pagi waktu Arab Saudi, jamaah haji mulai diberangkatkan menuju Arafah, sampai mataha­ri tenggelam pada sore atau malam hari. Oleh karena itu, jamaah diminta menyiapkan perbeka­lan. “Jamaah menyiapkan peralatan ibadah yang dibawa untuk wukuf. Seperti sajadah, Alquran, syukur-syukur bawa tasbih, dan jangan lupa buku manasik haji,” imbau dia, lagi.

Terpisah, Amirul Hajj KH Masdar Farid Mas’udi berpesan agar para jamaah haji Indonesia me­manfaatkan momentum selama berada di Tanah Suci dengan baik. Kesempatan menjadi tamu Allah harus disyukuri, dan bersikap sebagai tamu yang baik. “Misalnya dengan menjauhkan dari hal-hal yang dilarang Nya dan rajin salat berjamaah dan membaca Alquran, serta tidak melakukan hal yang tidak sepantasnya dan tidak diizinkan oleh agama,” ujar dia.

Baca Juga :  Kerap Terabaikan Akan Khasiatnya, Ini Segudang Manfaat Kulit Mangga

Terkait doa dan bacaan terbaik bagi jamaah haji saat di Arafah, Masdar mengatakan, semua doa dan bacaan Alquran pada intinya baik. “Baca salawat, istighfar, tahlil, itu semuanya baik. Istigh­far memohon ampun kepada Allah atas segala kesalahan yang telah dilakukan, karena Arafah itu merupakan tempat yang sangat istimewa untuk bermunajat kepada Allah,” ujar dia. “Sayang ka­lau kesempatan yang mahal dengan menunggu waktu yang lama tapi tidak dimanfaatkan secara optimal,” pungkas Masdar.

(Yuska Apitya Aji)