Untitled-16BOGOR TODAY –  Gerakan Mahasiswa Bogor (GMB) menggelar unjuk rasa di depan kantor Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bogor, kemarin. Mereka memblokade jalan dengan membakar ban bekas. Aksi brutal ini dilakukan lantaran geram terhadap adanya korup­si pada proyek pembangunan jalan Regional Ring Road (R3) seksi III di Kecamatan Bogor Timur.

Koordinator Lapangan GMB, Egi Hendrawan, men­gatakan, pihaknya menuntut audit pembangunan proyek R3 sesi tiga, yang terindikasi grati­fikasi dan korupsi, kemudian, meminta Kepala DBMSDA, Sudraji agar dipecat. Ia juga menegaskan, pihaknya menun­tut untuk menangkap koruptor yang bermain di proyek R3.

Pasalnya, mereka para pengunjukrasa menuding PT Idee Murni Pratama (IMP) se­laku pemenang tender dengan nilai pagu Rp 24,5 miliar dis­inyalir memiliki catatan gelap. “Tahun 2014 lalu, tiga peting­ginya sudah ditetapkan ter­sangka oleh Bareskrim Mabes Polri perihal kasus ambrolnya atap gedung utama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) di Kalisari Pekayon Rebo, Jakarta Timur. Namun, kejanggalan terjadi, ketika PT. IMP bisa memenang­kan proyek Jalan R3,” ujarnya.

Baca Juga :  Waspada Cuaca Ekstrem, Wakil Wali Kota Bogor Ingatkan Soal Mitigasi Bencana

Egi juga mengatakan, pada sebelumnya proses ruislag dengan salah seorang warga yang tanahnya terkena damp­ak pembangunan jalan R3 seksi III belum tuntas, muncul lagi masalah lainnya. “Patut di duga bahwa ada potongan Rp 5 miliar dari nilai proyek Rp 21,7 miliar untuk sogokan pejabat-pejabat tinggi Kota Bogor. Itu Sudah tergolong gratifikasi dan korupsi kan,” tudingnya.

Lebih lanjut Egi menutur­kan, pada rencananya, penger­jaan seksi III ini dari titik 0 me­ter hingga 1.400 meter untuk jalan R3. Namun, kenayataan­nya pengerjaan jalannya han­ya samai ada 400 meter saja. “Sepatutnya itu di audit BPK,” katanya.

Baca Juga :  Tren 'Rojali' di Bogor, Pengemudi Truk Diminta Tidak Beri Tumpangan

Selain itu, mereka juga me­minta proyek R3 ini di audit ka­rena adanya indikasi gratifikasi dan korupsi. Selain itu mereka juga meminta Kepala DBMSDA Kota Bogor untuk dicopot dari jabatannya.

Sementara itu, saat akan dikonfirmasi keberadaan Kepa­la DBMSDA Sudraji tidak berada di tempat. “Pak kadis sedang ke Bandung dengan pak Nana. Dari tadi pagi baru berangkat,” ujar salah satu staff DBMSDA.

Aksi yang digelar pukul 14:30 WIB tersebut sempat membuat arus lalulintas di Ja­lan Pemuda, Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor macet sepan­jang 500 meter. Dari pantauan dilokasi, tidak terlihat petugas lalulintas yang mengatur kepa­datan arus tersebut.

(Rizky Dewantara)