14PERTALITEBOGOR TODAY – Himpunan Wi­raswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi Wilayah Bogor, Jawa Barat, mengatakan penjualan bahan bakar minyak jenis baru, Pertalite, terus mengalami pen­ingkatan setiap bulan.

“Penjualan Pertalite bagus, ada SPBU yang baru jual lang­sung habis tiga ton sampai em­pat ton. Tergantung daerahnya, juga ada SPBU yang membeli paling sedikit delapan ton, ada juga yang lokasinya cukup jauh sehari bisa menjual lima ton,” kata Ketua Hiswana Migas Wilayah Bogor Bahriun di Bo­gor, Senin (28/9/2015).

Dia mengatakan sejak seminggu yang lalu, penjua­lan Pertalite merata di seluruh SPBU di Kota Bogor. Sesuai den­gan aturan, setiap SPBU yang memiliki kapasitas minimal 20 ton, harus menjual Pertalite.

“Saat ini penjualan Pertalite sudah tersebar di seluruh SPBU yang ada di Kota Bogor, total ada 23 SPBU yang menyediakan BBM jenis baru ini,” katanya.

Baca Juga :  Terkait Pengerjaan Penggantian Valve Pada Hari Selasa, Ini Penjelasan Direktur Teknik Tirta Pakuan

Menurut Bahriun, penjua­lan Pertalite lebih bagus dari­pada Pertamax, karena memi­liki RON 90 persen dengan harga Rp8.300 per liter, sedan­gkan Pertamax dengan harga berkisar Rp9.000 memiliki RON 92 persen. “Konsumen bisa me­milih, kalau mau murah bisa lari ke Pertalite. Kalaupun mau membeli Premium mereka ha­rus mengantre lama,” katanya.

Ia mengatakan untuk me­ningkatkan penjualan Pertalite, pihak SPBU akan menambah layanan dengan menyediakan dua mesin dispenser berkapa­sitas empat selang khusus Per­talite sehingga konsumen tidak perlu antre lama saat pengisian bahan bakar.

Tidak hanya di Kota Bogor, kata Bahriun, prospek penjua­lan Pertalite di wilayah Kabu­paten Bogor juga meningkat. Sekitar 80 perseni di antara 98 SPBU di wilayah tersebut, sudah menjual BBM jenis baru itu.

“Target kita 100 persen SPBU sudah menyediakan Per­talite. Tetapi mungkin di jalur-jalur yang masuk kategori I dan II,” katanya.

Baca Juga :  Libur Lebaran, Warga Bogor Banjiri Kolam Renang Mila Kencana

Saat ini, ada jalur yang be­lum menjual Pertalite, yakni di kawasan timur Kabupaten Bogor, seperti Parung Panjang. Hal itu, karena minat pembeli masih kurang di wilayah terse­but. “Secara bertahap, kita akan tingkatkan penjualan di semua wilayah,” katanya.

Dia mengatakan dibanding­kan dengan Kabupaten Bogor, penjualan Pertalite di Kota Bo­gor jauh lebih tinggi karena be­rada di jalur I dan II yang ban­yak dilewati kendaraan.

Menurut Bahriun, mening­katnya penjualan Pertalite men­guntungkan pelaku usaha, yakni pemilik SPBU karena margin antara penjualan premium dan pertalite berbeda. “Margin pen­jualan Premium itu 277, sedang­kan Pertalite 300, jadi kalaupun penjualan premium berkurang ti­dak masalah. Makin banyak laku penjualan Pertalite makin baik,” katanya.

(Guntur Eko |ant)